Kamis, 30 April 2026 WIB

Di Indonesia WA Begitu Populer, di Negara Asalnya, WA Justru Kurang Digemari

- Selasa, 08 Desember 2020 19:20 WIB
579 view
Di Indonesia WA Begitu Populer, di Negara Asalnya, WA Justru Kurang Digemari
Ilustrasi: WhatsApp. (The Verge)

Pesisirnews.com - Sejak WhatsApp (WA) diakuisisi Facebook pada 2014 lalu, kepopulerannya sebagai sebuah aplikasi perpesanan terus meroket. Bahkan WA mampu menyalip kepopuleran Blackberry Messenger yang sudah mendunia.

Di Indonesia sendiri, WA terbilang cukup populer dan banyak digunakan sebagai platform perpesanan selain Facebook Messenger. Namun, di negara asalnya Amerika Serikat (AS), WA jutru tidak begitu populer.

Menurut laporan dari We Are Social dan Hootsuite pada 2020, WA hanya digunakan 19 persen pengguna internet di AS. Persentase tersebut terpaut jauh jika dibandingkan dengan Indonesia, di mana dari laporan yang sama, WA digunakan oleh 84 persen pengguna internet Tanah Air.

Baca Juga:

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa pengguna WA di AS lebih sedikit, dibanding aplikasi perpesanan berbasis internet lain, atau bahkan SMS.

Berdasarkan survei Science & Engineering Indicators 2018, orang Amerika sangat mementingkan privasi. WA yang memiliki fitur bagi lokasi (share location) membuat beberapa orang AS tidak nyaman.

Baca Juga:

[br]

Selain itu, WA juga memiliki fitur status untuk melihat apakah orang sedang online atau tidak. Ada pula fitur untu mengecek terakhir dilihat (last seen) dan status sedang mengetik (typing). Kendati bisa diatur, sebagian orang mungkin saja merasa tidak nyaman.

Beberapa operator seluler di Amerika mematok tarif tetap dan gratis telepon untuk beberapa menit. Berbeda dengan beberapa negara yang justru, biaya telepon dan SMS reguler masih lebih mahal dibanding paket data.

Di sisi lain, WA menawarkan fitur telepon maupun video call "gratis" jika terhubung ke WiFi. Namun jika tidak, maka pengguna akan dikenakan tarif data. Padahal harga paket data di Amerika tidak murah.

Kemudian, kebanyakan ponsel pintar di AS sudah memiliki aplikasi perpesanan bawaan, baik platform iOS atau Android. Misalnya saja, pengguna iOS sudah memiliki aplikasi iMessege. Sehingga, mereka merasa tidak perlu untuk mengunduh aplikasi baru.

Terlebih, warga Negeri Paman Sam juga sangat berhati-hati dengan setiap aplikasi baru.

Beberapa alasan inilah yang membuat banyak warga Amerika kurang menyukai WA.

Sumber: (tekno.kompas.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Bupati Inhil Tegaskan Sinergi pada Paripurna ke-7 DPRD Tahun Sidang 2026
Polsek Kateman Ungkap Kasus Pencurian Sarang Burung Walet
Deninteldam XIX/TT Serahkan 48,39 Ton Bawang dan Cabai Ilegal ke Karantina Riau, Siap Dimusnahkan
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta
Wabup Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Kantor Bupati
Wakil Bupati Inhil Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Kinerja dan Inovasi OPD
komentar
beritaTerbaru