Minggu, 26 April 2026 WIB

Pemilihan Ketum Golkar dengan Mekanisme Terbuka Rawan Tekanan

- Minggu, 15 Mei 2016 17:09 WIB
626 view
Pemilihan Ketum Golkar dengan Mekanisme Terbuka Rawan Tekanan
BALI - Polemik mekanisme pemilihan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar dengan mekanisme terbuka maupun tertutup di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar terus bergulir.

Belakangan muncul isu bahwa pemilihan akan dilakukan secara terbuka. Namun demikian, mayoritas calon Ketum Golkar mengendaki agar pemilihan dilaksanakan secara tertutup.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengatakan, pemilihan calon Ketum Golkar dengan mekanisme terbuka maupun tertutup sejatinya sama saja.

Namun demikian, pemilihan tertutup bisa digunakan untuk menghindari potensi tekanan pada pemilik suara di munaslub.

"Kalau ada kemungkinan intervensi, sebaiknya pemilihan dilakukan tertutup untuk menghindari tekanan," kata Hanta Yudha di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Ahad (15/5/2016).

Hanta menjelaskan, ada dua faktor utama yang akan meloloskan delapan calon ketum menuju Golkar I. Keduanya adalah faktor dukungan dari lingkaran kekuasaan dan faktor kekuatan logistik dari tiap calon ketum.

Menurutnya, jika ada indikasi dua faktor tersebut akan mengintervensi independensi para pemilik suara, sebaiknya pemilihan Ketum Golkar dilakukan secara tertutup.

"Dua faktor di atas pasti bisa memperlemah independensi pemilih. Kalau tertutup, orang tetap memiliki otonomi tinggi terhadap hak pilihnya," tandasnya.






Sumber: Sindonews.com

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Munas XI Golkar Bahlil Lahadalia Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua Umum Golkar
Kabar Duka, Tokoh Senior Golkar Riau Masnur Wafat Senin, 01 Juli 2024 16:25 WIB
Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra Sore Ini Dijadwalkan Sambangi DPP Partai Golkar
Terbuka Peluang Kerja Sama Politik antara Golkar dengan PKB
Agendakan Pertemuan, PKB akan Ajak Golkar Masuk ke dalam Koalisi PKB-Gerindra
Dua Kader DPD Golkar Luwu Lulus Pendidikan Politik dan Kebijakan Publik Golkar Institute
komentar
beritaTerbaru