Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Selamat Tinggal Kandidat yang Hanya Pandai Janji

- Kamis, 10 Maret 2016 16:21 WIB
405 view
Selamat Tinggal Kandidat yang Hanya Pandai Janji
foto: zul fadli
Pengurus Golkar Inhil.
PESISIRNEWS.COM, TEMBILAHAN - Dinamika perpolitikan yang terjadi di tubuh Partai Golkar, mulai dari pusat hingga daerah senantiasa menarik. Seorang kandidat pemimpin dalam tubuh Partai Golkar haruslah orang yang betul-betul terbukti dan berkomitmen membesarkan partai, yang sebaliknya selamat tinggal.

"Golkar itu ibarat gadis cantik menawan yang selalu jadi rebutan dan perbincangan banyak kalangan, sehingga yang akan jadi pilihan tentu yang punya komitmen kuat, yang sebaliknya selamat tinggal saja," ungkap Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Pelangiran, Ismail Khairi SH, Rabu (9/3/2016) kemarin.

Dikatakannya lebih jauh, mau tidak mau, suka tidak suka, Partai Golkar adalah sebuah partai yang teruji dan terbukti telah berandil besar dalam pembangunan negara yang notabenenya dilakukan kader kader berkualitas dan punya komitmen kuat.

"Dengan sejarah seperti itu, kita tentu tidak ingin Partai Golkar Inhil dinakhodai oleh mereka yang tidak terlihat dan teruji komitmen kepartaiannya," tukas Ismail Khairi yang lebih dikenal dengan panggilan Kobat.

Selain itu, untuk level kabupaten, kata Kobat, sudah sangat jelas siapa-siapa saja kader dan simpatisan yang punya komitmen tersebut. "Kami kader di akar rumput sudah sangat tahu siapa yang pantas untuk memimpin Golkar Inhil kedepan, kami butuh bukti bukan janji," pungkas Kobat meyakinkan.(zul)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Munas XI Golkar Bahlil Lahadalia Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua Umum Golkar
Kabar Duka, Tokoh Senior Golkar Riau Masnur Wafat Senin, 01 Juli 2024 16:25 WIB
Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra Sore Ini Dijadwalkan Sambangi DPP Partai Golkar
Terbuka Peluang Kerja Sama Politik antara Golkar dengan PKB
Agendakan Pertemuan, PKB akan Ajak Golkar Masuk ke dalam Koalisi PKB-Gerindra
Dua Kader DPD Golkar Luwu Lulus Pendidikan Politik dan Kebijakan Publik Golkar Institute
komentar
beritaTerbaru