Senin, 15 Juni 2026 WIB

Tabloid 'Indonesia Barokah: Muncul Karena Ada yang Panik Prabowo Menyalip Jokowi

- Jumat, 25 Januari 2019 14:07 WIB
1.057 view
Tabloid 'Indonesia Barokah: Muncul Karena Ada yang Panik Prabowo Menyalip Jokowi
Capres Prabowo Subianato dan jokowi berpelukan , saat acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9/2018). (ikbal)
JAKARTA – Hadirnya tabloid 'Indonesia Barokah' menimbulkan pro kontra. Kubu Prabowo-Sandiaga menilai, isi dari tabloid itu menyerang pihaknya. Sedangkan kubu Jokowi-Ma'ruf, menilai isi media cetak yang beredar di masyarakat, muatannya fakta dan bukan hoax.

Ace Hasan Syadzily dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan, harusnya kubu Prabowo-Sandiaga tak usah gelisah dengan peredaran tabloid 'Indonesia Barokah'.

"Tentang Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar di Blora dan beberapa tempat, apabila dibaca secara utuh kontennya tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengandung unsur kebencian, kebohongan atau hoax. Itu sudah terkonfirmasi dari hasil Bawaslu Kabupaten Blora yang telah memeriksanya," kata Ace Hasan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/1/2019).

Dia mengaku sudah membaca tabloid 'Indonesia Barokah'. Menurut dia, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari konten media cetak yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten itu. Tabloid 'Indonesia Barokah' pun disebut tak menyerang Prabowo-Sandiaga.

"Kalau dikatakan itu menyerang dan menyudutkan Pak Prabowo itu sama sekali tidak benar, karena isi tabloid yang bicarakan Prabowo cuma dua berita dari 10 berita. Itu pun yang tentang dugaan kubu sebelah yang dikatakan mirip menggunakan strategi bohong, itu pun mengutip pernyataan tokoh di berita online. Jadi bukan hoax tapi fakta," kata Ace.

Menurutnya, Bawaslu Blora mengatakan bahwa Tabloid Indonesia Barokah itu bukan Hoax dan boleh beredar karena itu memang bukan hoax dan sekadar opini.

"Mereka mengutip berbagai media online dan itu dalam dunia jurnalistik diperbolehkan. Jadi, keputusan Bawaslu sangat beralasan dan tepat," imbuhnya.

Dikatakannya. Tabloid 'Indonesia Barokah' secara keseluruhan justru mengimbau agar masyarakat waspada akan hoax dan tidak ikut menyebarkannya.

Ia mengatakan, ada salah satu artikel yang mengungkit soal pembuat Obor Rakyat yang dipenjara karena memproduksi isi berita hoax. Obor Rakyat merupakan tabloid yang muncul di Pilpres 2014 dan berisi fitnahan kepada capres petahana Joko Widodo.

"Dicontohkan penyebar hoax Obor Rakyat masuk penjara karena fitnah. Itu juga mengutip pemberitaan banyak media. Itu kan bagus, kalau kubu Pabowo gelisah, justru kita patut bertanya apakah kubu Prabowo memang berencana berkampanye dengan menyebar hoax?" tandasnya.

Ibarat Obor Rakyat

Sementara itu, juru bicara BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengibaratkan tabloid 'Indonesia Barokah' sebagai 'Obor Rakyat', yang terbit pada Pilpres 2014. BPN Prabowo-Sandiaga menilai cara-cara penyebaran 'Indonesia Barokah' sama seperti 'Obor Rakyat'.

"Cara kerjanya ini kita lihat sistematis dan terstruktur. Sangat rapi, mengirimkan logistik ini ke mana-mana dalam jumlah banyak, ini juga uangnya banyak. Ada jutaan eksemplar yang dicetak. Saya menganalisis ini copy paste cara-cara 'Obor Rakyat'. Ini ('Indonesia Barokah') ibarat 'Obor Rakyat' jilid II," kata Andre Rosiade, kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, Tabloid 'Obor Rakyat' diketahui berisi fitnah dan ujaran kebencian terhadap Jokowi. Pembuat 'Obor Rakyat' akhirnya dihukum pidana. Politikus Gerindra itu menduga ada pihak yang takut elektabilitas Prabowo akan menyalip Jokowi. Pihak yang takutlah, sambung Andre, yang menerbitkan dan menyebarkan 'Indonesia Barokah'.

"Melihat 'Indonesia Barokah' yang menyebar di berbagai wilayah, khususnya Pulau Jawa, di mana mereka bisa menemukan alamat masjid, musala, pesantren secara tepat, berarti ini kan adalah upaya yang dilakukan pihak yang tidak ingin elektabilitas Pak Prabowo menyalip Pak Jokowi di bulan Februari," tutur Andre.

"Ini menunjukkan ada yang panik pada perkembangan Pak Prabowo. Seperti hewan ini kalau panik menggonggong kalau merasa tak nyaman. Itu seperti itu, mereka merasa tak nyaman sehingga menerbitkan tabloid ini," imbuhnya.

Tabloid 'Indonesia Barokah' ditemukan beredar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hari ini tabloid tersebut sudah masuk Banten. 'Indonesia Barokah' disebar pihak tidak dikenal lewat PT Pos Indonesia ke masjid-masjid dan pondok pesantren.

Editor
:
Sumber
: Poskotanews
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu
Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu  Berat Kotor 5,19 Gram.
Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi
Satlantas Polres Inhil Laksanakan Strong Point Pagi, Jaga Kamseltibcarlantas Jelang Operasi Ketupat
Sempat Viral di Medsos, Tindak Kekerasan Bersajam Diduga Oknum EVP PLN di Depok Berakhir RJ
komentar
beritaTerbaru