Senin, 25 Mei 2026 WIB

Pecatan TNI AU Tewas Usai Duel dengan Sopir Taksi, Lanud Hasanuddin Beri Keterangan

- Senin, 01 November 2021 11:35 WIB
1.048 view
Pecatan TNI AU Tewas Usai Duel dengan Sopir Taksi, Lanud Hasanuddin Beri Keterangan
Ilustrasi: Duel. (Int)

MAKASSAR, Pesisirnews.com - Seorang eks anggota TNI AU inisial H (39) pada Jumat (29/10) sekitar pukul 22.00 Wita ditemukan tewasdi sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Panakkukang, Makassar. Belakangan diketahui korban merupakan eks anggota TNI AU.

Terkait hal tersebut, Kepala Urusan Penerangan Pasukan dan Penerangan Umum (Kaurpenpasum) Lanud Hasanuddin Makassar, Kapten Sus Jumadi memberikan keterangan bahwa korban meninggal bernama Herman (39) benar anggota TNI AU tetapi sudah dipecat dan sudah bukan lagi anggota TNI AU aktif.

"Yang bersangkutan telah dipecat dari dinas kemiliteran, jadi statusnya bukan lagi prajurit TNI AU," ujar Kapten Jumadi melalui keterangan resminya, seperti dilansir Antara, Sabtu (30/10).

Baca Juga:

Dia menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh korban tidak ada kaitannya dengan TNI AU karena korban bukan lagi personel aktif setelah dipecat.

Kapten Jumadi menuturkan permasalahan yang menimpa korban sekarang sedang didalami kepolisian karena korban ditemukan meninggal dengan luka tusuk.

Baca Juga:

"Saat ini kasus yang menimpa Saudara Herman sedang diproses oleh rekan-rekan kita di kepolisian," katanya.

[br]

Kronologi duel

Sebagaimana telah diberitakan, H (39) ditemukan tewas di sebuah sudut minimarket di Makassar. Korban tewas setelah bertikai dengan seorang sopir taksi berinisial S (26).

Jasad H ditemukan di Jalan Taman Makam Pahlawan, Panakkukang, Makassar, pada Jumat (29/10) sekitar pukul 22.00 Wita. Terdapat luka tikaman di tubuh H.

"Mengalami luka tikam pada bagian dada sebelah kanan," ucap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (30/10).

H disebut sempat berduel dengan S. Awalnya, S yang merupakan seorang sopir baru saja mengantar penumpangnya ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea Makassar, Jumat (29/10) malam.

Setelah penumpangnya turun, H kemudian masuk ke mobil S dan meminta diantar ke Jalan Sultan Alauddin, Makassar. S sempat menolak mengantar karena sudah larut malam.

Karena permintaannya ditolak, H meminta diantar ke Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar. Begitu tiba di depan gedung BLK Makassar, H disebut mengeluarkan sangkur.

"H mengeluarkan sangkur, kemudian melakukan penikaman dari arah belakang dan mengenai (tubuh S) pada bagian dada, kemudian ia memberhentikan mobil dan H kembali melakukan penikaman mengenai paha sebelah kiri," ungkap Zulpan.

[br]

Sopir melawan balik

Karena terus diserang oleh H, S disebut berusaha membela diri dengan melakukan perlawanan balik. S merampas sangkur milik H.

"Ia merebut sangkur dan langsung menikam balik dan mengenai pada bagian dada," ujar Zulpan.

H sendiri langsung keluar dari mobil. Sementara S langsung memacu mobilnya ke RS Ibnu Sina, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Sementara itu, H ditemukan tewas di Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar diduga akibat luka tusuk yang dialaminya. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru