Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

KPAI Konfirmasi dan Telah Lapor Polri-BSSN Terkait Terjadinya Peretasan Database

- Sabtu, 23 Oktober 2021 09:31 WIB
1.133 view
KPAI Konfirmasi dan Telah Lapor Polri-BSSN Terkait Terjadinya Peretasan Database
Ilustrasi: Hacker. (Gambar via Unsplash)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkonfirmasi terkait database yang diduga bocor dan dijual di situs jual-beli data ilegal secara online, yang biasa didapatkan dari hasil peretasan dan kebocoran, RaidForums.

"Merespon pemberitaan di media terkait database KPAI, perlu kami sampaikan bahwa saat ini telah terjadi pencurian database KPAI. Menindaklanjuti hal tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan laporan kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri dan pada tanggal 19 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan surat kepada Badan Siber dan Sandi Negara," kata Ketua KPAI Susanto dalam siaran pers yang diterima RRI, Kamis (21/10).

Susanto menambahkan, pada hari ini pihaknya juga telah berkirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk tindak lanjut kasus ini.

Baca Juga:

"Menindaklanjuti surat tersebut, Direktorat Siber Mabes Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara telah berkoordinasi dengan KPAI untuk langkah-langkah selanjutnya dan KPAI telah melakukan mitigasi untuk menjaga keamanan data," tambahnya.

Susanto juga memastikan, pencurian data ini tidak menggangu layanan pengaduan KPAI.

Baca Juga:

Sebelumnya, database yang diduga milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bocor dan dijual di situs jual beli data ilegal secara online, yang biasa didapatkan dari hasil peretasan dan kebocoran, RaidForums.

[br]

Data tersebut diunggah pada 13 Oktober silam, oleh username C77.

Ada dua database yang ditawarkan, yakni berukuran kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan_csv. Untuk mendownloadnya, user Raidforums harus mengeluarkan 8 credits per data.

Untuk membuktikan kebenaran isi database ini, akun C77 bahkan memberikan beberapa sampel data. Adapun isi dari sampel data yang dimuat dalam situs tersebut, berisikan data identitas penting serta rentan dieksploitasi.

Isinya berupa nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, HP, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, kota, dan usia. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru