Sabtu, 11 Juli 2026 WIB

Sarat Pemotongan, Kesra Kota Dumai Diminta Selektif Cairkan Dana Bansos dan Hibah

- Rabu, 06 Mei 2015 15:51 WIB
469 view
DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Penggunaan Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Hibah di Kota Dumai selama ini, dinilai kerap terjadi 'Belah Semangka' atau pemotongan dana melalui pembagian hasil oleh beberapa oknum tak bertanggungjawab.

Dikatakan Asisten III Pemerintah Kota (Pemko) Dumai Bidang Administrasi dan Umum H.Mustafa Khadir, penggunaan serta pencairan Dana Bansos dan Hibah oleh Dinas terkait saat ini mestilah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, dan haruslah lebih berhati-hati.

"Dalam kesempatan ini, saya sangat menghimbau dan berharap kepada Dinas terkait khususnya Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi daripada permohonan-permohonan Dana Bansos ataupun Hibah yang dimaksud. Pasalnya selain sering terjadinya 'Belah Semangka', Dana Bansos dan Hibah ini juga sangat rawan," kata H.Mustafa Khadir, Rabu (6/5/2015) pada kegiatan Sosialisasi Dana Bansos dan Hibah yang bertempat di Gedung Pertemuan Sri Bunga Tanjung.

Dicontohkan Mustafa Khadir, saat ini banyak rekan-rekan sesama pemangku jabatan di lingkungan Pemerintahan khususnya yang membidangi Dana Bansos dan Hibah yang tenag menjalani proses hukum berkaitan dengan Dana Bansos dan Hibag, contohnya daerah tetangga yakni Bengkalis.

"Maka berpedomanlah pada kita tak boleh menikmati atau memangkas dan menggunakan Dana Bansos dan Hibah yang memang merupakan bukan hak kita, jika ada hal-hal yang dirasa menyimpang atau kekeliruan segeralah melapor kepada instansi pemangku jabatan tertinggi ataupun aparat penegak hukum. Dan yang terpenting, apapun yang kita lakukan didunia saat ini, segala sesuatunya akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak," paparnya.

Sementara terkait 'Belah Semangka', dikatakan Mustafa Khadir, itu kembali pada pengawasan, ketelitian dan keberhati-hatian Dinas terkait dalam melakukan pencarian Dana Bansos dan Hibah.

"Pilah dan pilih kembali proposal-proposal yang diajukan, lakukan survey ataupun pengecekan langsung, serta ikuti perkembangan atas dana yang telah dikeluarkan. Selain itu, kepada penerima Dana Bansos dan Hibah juga diminta kejujurannya, kalau penerima telah berani melakukan 'Belah Semangka' maka hal itu akan dipertanggungjawabkan diakhirat, sebab yang dimakannya tersebut bukanlah hak dan miliknya," pesan Mutafa.

Sementara Kepala Bagian Kesra H.Asnam mengaku bahwa dirinya 'No Comment' atau tak ingin mengomentari atas apa yang dikatakan Asisten III mengenai kerap terjadinya 'Belah Semangka'.

"Kalau itu saya susah untuk berkata-kata, pasalnya pembelajaran terkait kerap terjadinya 'Belah Semangka' yang diambil oleh Asisten III merupakan pembelajaran sejak empat (4) tahun silam, sementara saat ini posisi saya belum lama di Kesra. Namun sesungguhnya, tak semua seperti itu, mungkin memang ada, sebab kita juga telah mendengar pembelajaran langsung seperti apa yang disampaikan oleh Asisten III tadi," kata Asnam.

Namun kedepannya, lanjut Asnam, segala pesan-pesan yang diberikan Asisten III tadi akan diikuti dan dijadikan pedoman oleh Bidang Administrasi dan Kesra saat ini. "Kedepannya, kita akan mengupayakan agar dapat meminimaliris kejadian-kejadian tersebut melalui ketepatan sasaran penyerahan Bantuan Bansos dan Hibah," katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar, kelanjutan, perkembangan serta pantauan atas proposal-proposal yang telah diajukan oleh beberapa Ikatan, Asosiasi dan sebagainya memang terlihat jarang dilakukan oleh Bidang Adm dan Kesra, terlebih atas Dana Bansos dan Hibah yang telah dikeluarkan.

Sehingga mungkin saja, terjadinya 'Belah Semangka' sering dilakukan oleh para pengaju proposal. Bahkan seperti apa yang dikatakan Asisten III, pernah kedapatan pada empat (4) tahun silam, terdapat 10 pengajuan proposal dengan hanya seorang pemilik. Tentunya hal itu terjadi akibat kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Bidang Adm dan Kesra serta instansi terkait lainnya. (via)

SHARE:
beritaTerkait
Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional
7 Juara Ketinting Inhil Berlaga di Pelalawan Racing Boat Tahun 2026
Seekor Buaya Muncul Disekitaran Pos Polairud Inhil Parit 19 Tembilahan
UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional
Ganyang 'Setan Korup', Aliansi Mahasiswa Sumut Kepung KEJATI Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Di Daerah Hingga Skandal Jampidsus
Bupati Herman Pimpin Penguatan Verifikasi KLA, Targetkan Predikat Lebih Tinggi
komentar
beritaTerbaru