Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Ini Kisah lucu Presiden Soekarno Seenaknya Naikkan Pangkat Ajudan

- Kamis, 17 Agustus 2017 21:53 WIB
799 view
Ini Kisah lucu Presiden Soekarno Seenaknya Naikkan Pangkat Ajudan
Internet

Pesisirnews.com - Sosok Kombes Pol Jhonny Edison Isir membuat sejarah di tubuh Polri. Untuk pertama kalinya, putra Papua dipercaya menjadi ajudan presiden.

Presiden Jokowi memilih Jhonny setelah berdiskusi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kebetulan ajudan Tito, Brigadir Stevanus juga berasal dari Papua. 

Tito menilai ini menunjukkan Jokowi sangat memperhatikan dan cinta kepada Papua. "Saya berpendapat bahwa bapak presiden menunjukkan nasionalisme beliau," ungkapnya.

Baca Juga:

Nah, lain Presiden Jokowi lain pula Presiden Soekarno. Seperti kebiasaan di hampir semua negara, seorang presiden selalu mempunyai ajudan perwira militer atau polisi. Persoalannya, saat itu Bangsa Indonesia baru mengumumkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945.

Belum ada tentara, belum ada kabinet apalagi kelengkapan istana. Lalu bagaimana cara Presiden Soekarno memilih ajudannya?

Baca Juga:

Maka seorang pejuang sipil diangkat jadi ajudan Presiden Soekarno dan diberi pangkat letnan. Tentu saja pemuda itu sangat gembira karena sebelumnya tak punya pangkat apa-apa. Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografi Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams.

Tapi penasihat Soekarno kemudian protes. "Ini tidak boleh terjadi. Ratu Juliana dari Negara Belanda yang hanya memimpin 10 juta orang memiliki ajudan seorang kolonel. Bagaimana orang nanti orang memandang Soekarno, presiden yang memerintah lebih dari 70 juta orang, memiliki ajudan yang hanya berpangkat letnan," katanya.

Soekarno berpikir. "Betul juga."

Soekarno lalu memanggil letnan ajudannya itu. "Sudah berapa lama kau jadi letnan?"

Si ajudan menjawab "1,5 jam, Pak!" katanya sambil menghormat.

"Nah, karena kita merupakan negara baru yang tumbuh cepat. Mulai sore ini kau menjadi mayor," kata Soekarno.

Begitulah di awal Indonesia merdeka, Letnan jadi Mayor bisa naik dalam 1,5 jam. Zaman sekarang paling tidak butuh 10 tahun masa dinas di TNI.

Pangkat Mayor untuk ajudan presiden bertahan hingga Presiden Soekarno lengser tahun 1967. Di masa Presiden Soeharto, jabatan untuk ajudan Presiden adalah Kolonel. Hal ini berlaku sampai sekarang.

Sumber Merdeka.com

SHARE:
beritaTerkait
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
SPMB 2026 di Inhil Gunakan Sistem Elektronik, Disdik Jamin Transparan dan Tanpa Pungutan
Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !
Gema Muharam Herman Berharap Acara Keagamaan untuk Meningkatkan Nilai Spritual Masyarakat
Pemkab Inhil Besinergi Dengan Tim Penggerak PKK Dalam Mengelola Makanan Sehat
komentar
beritaTerbaru