JAKARTA – 68 Pasukan Pasukan Pengibar Bendera
Pusaka (Paskibraka) Rabu (16/8) malam dipastikan diistirahatkan total
Rabu (16/8) malam ini.
Besok, Kamis (17/8), mereka akan menjalankan tugasnya dalam Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.
Seperti diketahui, upacara detik-detik proklamasi itu adalah sebuah
prosesi yang sangat sakral di setiap Hari Kemerdekaan 17 Agustus di
Istana Negara, Jakarta.Namun, terselip sebuah misteri dalam perjalanan tugas Paskibraka di sana, yakni paku payung.
Penasehat Paskibraka Nasional Jonni Mardizal menyatakan, keberadaan
paku payung dan tali panjang itu tidak lain merupakan bagian dari
persiapan yang cukup matang.
Baca Juga:
Pasalnya, menyiapkan Paskibraka, bukan hanya menyiapkan dari sisi
manusianya saja. Melainkan juga dari sisi teknis di lapangan upacara.
Sejumlah Paskibra berselfie usai dikukuhkan Presiden Joko Widodo. Foto via @setkabgoid
Nah, dalam hal ini, panitia sengaja menyiapkan sejumlah hal untuk memaksimalkan kinerja Paskibraka.
Baca Juga:
Salah satu yang dilakukan adalah dengan 'memoles' vaneu upacara itu sendiri.
Jonni menuturkan, paku-paku payung itu dimaksudkan menjadi penanda bagi Paskibra nantinya.
Jadi, jangan heran pula jika nantinya rumput di vaneu upacara dipenuhi banyak garis lurus panjang.Selain itu, paku-paku payung itu juga akan berwarna-warni sehingga
memudahkan bagi Paskibra dalam menjalankan tugasnya dalam Upacara HUT
Kemerdekaan RI.
"Ada juga kelihatan nanti lapangan yang hijau itu ada garis-garisnya,
itu memang untuk membantu agar pelaksanaan upacara jadi maksimal,"
bebernya.Salah satu pelatih Paskibra menyatakan, upaya yang dilakukan penitia
dengan memberikan penanda di lapangan Istana Negara itu sejatinya hanya
sebuah ikhtiar saja.
Tujuannya, tidak lain untuk menyempurnakan proses upacara."Manusia itu bisa salah, karena itu kami berusaha untuk meminimalisir kesalahan itu dengan cara itu,"seperti di lansir pojoksatu.id, terangnya.