Minggu, 19 April 2026 WIB

Jokowi Minta Jatah 20 Persen Beras Impor Malaysia

- Kamis, 23 November 2017 21:40 WIB
219 view
Jokowi Minta Jatah 20 Persen Beras Impor Malaysia
Presiden Joko Widodo (kanan) menyambut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (kiri) sebelum pembukaan KTT IORA ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 7 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Rosa Panggabean

Jakarta, Pesisirnews.com - Presiden Joko Widodo sempat membahas tentang stok beras Indonesia yang berlebih kala bertemu Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak di Kuching, Malaysia, pada Rabu, 22 November 2017. 

Jokowi menyampaikan harapan agar 20 persen kebutuhan beras impor Malaysia pada 2018 didatangkan dari Indonesia.

"Jadi Presiden minta jatah kuota pada PM Malaysia untuk bisa diberi kuota 20 persen ekspor (beras) kita ke sana. Ini hitungan berdasarkan total kebutuhan impor mereka (Malaysia), yaitu sekitar 150 ribu ton," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 23 November 2017, seperti dilansir dari tempo.co.

Baca Juga:

Ekspor beras ke Malaysia dimulai pemerintah pada Oktober 2017 sebesar 25 ribu ton. Namun Enggar belum bisa memastikan jenis beras apa yang akan dikirim ke Malaysia tahun depan.

"Kemungkinan beras premium, tapi jenis dan harga beras berdasarkan permintaan. Yang pasti, kita sampaikan proyeksi dari Pak Menteri Pertanian bahwa Indonesia over supply. Jadi kita minta jatah dulu, minta kuota dulu," tuturnya.

Baca Juga:

Enggar, yang mendampingi Jokowi saat pertemuan bilateral, mengatakan kedua negara sepakat meningkatkan perdagangan. Angka perdagangan Indonesia-Malaysia diketahui meningkat lebih dari 21 persen pada semester pertama 2017.

Ada juga pembahasan mengenai aturan perbatasan yang menjadi ciri khas hubungan kedua negara. "Kita minta Border Crossing Agreement ditandatangan dulu. Atas dasar itu, baru kita bisa buat Border Trade Agreement," ucapnya.

Indonesia dan Malaysia pun memperkuat kemitraan untuk kelapa sawit melalui pembentukan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Pada November ini, Indonesia bersedia menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri CPOPC dengan mengundang sejumlah negara penghasil sawit lain. "Kita sepakat ambil langkah strategis hadapi kampanye hitam soal sawit," ujarnya.

Sumber tempo.co

SHARE:
beritaTerkait
Polres Inhil Gelar Tes Urine Seluruh Personil Polsek Pulau Kijang: Bukti Integritas Harga Mati
Polres Inhil Ungkap Kasus Perjudian Togel di Pasar Dayang Suri, Satu Pelaku Diamankan
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
Bunda PAUD Inhil Tekankan Peran Posyandu dalam Peningkatan APK PAUD
48,39 Ton Pangan Ilegal Dibakar di Tembilahan, Wabup Inhil: Negara Tak Boleh Kalah dari Penyelundup
Polres Indragiri Hilir Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Wujudkan Zero Toleransi Narkoba
komentar
beritaTerbaru