JAKARTA (P esisirnews.com ) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir dalam KTT G20 yang berlangsung di Indonesia pada November mendatang.
Keterangan itu disampaikan Presiden Jokowi setelah menghubungi dan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon.
“Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir,†ucap Jokowi, Jumat (29/4).
Baca Juga:
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa undangan Indonesia kepadasejumlah negara untuk hadir dalam KTT G20 didasari karena Indonesia tidak ingin ada perpecahan.
“Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan, perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia,†tegasnya.
Baca Juga:
Presiden Jokowi lebih lanjut menambahkan, saat berkomunikasi dengannya, Putin memberikan informasi terkini mengenai situasi di Ukraina.
“Presiden Rusia memberikan update mengenai situasi di Ukraina termasuk proses negosiasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Saya kembali penting segera diakhiri,†tegasnya.
“Saya juga agar solusi damai dapat terus dikepankan dan Indonesia siap berkontribusi untuk upaya perdamaian tersebut,†tambahnya.
[br]
Sebelum menghubungi Putin, Presiden Jokowi mengaku telah menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan mengundangnya untuk hadir di KTT G20.
Dalam keterangannya, Presiden Jokowi mengungkapkan telah mengomunikasikan dan mengungkapkan jumlah pemimpin negara terkait kegiatan KTT G20.
Antara lain dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Sekjen PBB Antonio Guterres, dan Presiden Portugal Macelo Rebelo de Sousa.
“Saya telah berkomunikasi dengan pemimpin-negara dan juga Sekjen PBB tentang persiapan KTT G20 yang akan digelar di Bali pada bulan November 2022, juga berkomunikasi melalui telepon mengenai dinamika situasi global terkini termasuk di antaranya tentang perang Rusia Ukraina,†katanya. (PNC/KOMPAS.TV)