Selasa, 16 Juni 2026 WIB

Adegan Politik Salah Kaprah, Kiai Nur: Kalau Jokowi Paham, Pasti Tidak Mau Jadi Imam Salat

Haikal - Rabu, 19 Desember 2018 12:55 WIB
82.971 view
Adegan Politik Salah Kaprah, Kiai Nur: Kalau Jokowi Paham, Pasti Tidak Mau Jadi Imam Salat
KOPIAHNYA? Akhirnya

SURABAYA-PESISIRNEWS.COM,KH Nur Maymoen, Pengasuh PP Miftahul Ulum, Madaris Majelis Taklim Tambangagung Ares, Ambunten, Sumenep, mengaku sedih melihat adegan politik yang salah kaprah. Politisasi imam salat, menunjukkan betapa rendahnya pemahaman kita tentang ibadah mahdlah tersebut.

"Sampai Capres Jokowi, yangnotabenemasih menjadi Presiden RI, difoto dan disebar saat menjadi imam salat. Ini politik salah kaprah, sudah lepas dari substansi Pilpres," tegas KH Nur Maymoen, Pengasuh PP Miftahul Ulum, Madaris Majelis Taklim, Sumenep, Madura kepadaduta.coRabu (19/12/2018).

KH Nur Maymoen, Pengasuh PP Miftahul Ulum, Madaris Majelis Taklim Tambangagung Ares, Ambunten, Sumenep. (FT/MKY)

Menurut Kiai Nur, Jokowi sebagai tamu, mestinya menolak menjadi imam. Lagi pula untuk menjadi imam salat, itu ada ketentuan-ketentuan khusus baik dari sunnah maupun fikih. "Dia lebih taqwa, lebih mengerti tentang ilmu agama, kalau ada yang lebih tua dari segi umur. Lagi pula dia tamu. Ini mestinya dijelaskan kepada Pak Jokowi. Kalau dia tahu, pasti tidak mau jadi imam salat," jelas Kiai Nur.

Baca Juga:

Kiai Nur kemudian membandingkan dengan jawaban Prabowo Subianto. Capres nomor urut 02 ini, tidak segan-segan mengaku, bahwa, dirinya tidak pantas menjadi imam salat. Prabowo sangat menghormati orang yang lebih alim, lebih paham agama seperti ustadz, kiai, ulama untuk memimpin salat.

Harus diakui, jawaban Pak Prabowo bahwa dia tidak pantas menjadi imam salat karena harus menghormati orang yang lebih tinggi ilmunya, ini jawaban santri. Kalau sampai kita merasa lebih tinggi ilmu kita, ini berbahaya menurut agama," tegasnya.

Baca Juga:

Seperti diberitakan, di depan kader Gerindra, Prabowo mengatakan, bahwa, dirinya tidak merasa khawatir memberikan pengakuan mengenai kepantasan menjadi imam salat. Dia menyatakan, setiap saat (dirinya) tidak mengerti persoalan agama, dia akan bertanya kepada seorang ustadz.

"Saya tidak takut mengakui, saya merasa tidak pantas saya menjadi imam salat. Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya daripada saya. Untuk apa saya bohong? Untuk apa saya pura-pura kepada kalian? Kalau nggak mengerti, saya tanya, 'Pak Ustaz,gimanaini?' Beliau menjelaskan. Pak Ustadz, apakah Islam ini agama yang radikal? Oh, tidak benar. Mereka ajarkan Islam kita Islam yangrahmatan lil alamin. Islam kita adalah Islam yang melindungi semua dalam alam semesta," ujar Prabowo.

Tugasnya Berbeda-beda

Masih menurut Kiai Nur, politik salah kaprah yang dimainkan Jokowi, ini justru membuat umat muak. "Jangan dikira umat tertarik dengan gaya politik salah kaprah seperti itu. Umat paham, bahwa salat itu ibadahmahdhah, ibadah yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya, tidak boleh dipamerkan-pamerkan," jelasnya.

Pernah mendengar wejangan KH Syarofuddin Rembang, Jawa Tengah? Dalam taushiyahnya Kiai Syarofuddin meminta agar aparat kerja profesional. Jangan sampai posisinya sebagai aparat malah sibukwiridan, pengajian. Tugasnya berbeda-beda. "Kalau ada aparatwiridan,malah saya marahi, sana jaga keamanan. Tugasnya beda-beda," jelas kiai nyentrik ini melalui pengajian yang tersebar diyoutube.

Sumber
: https://duta.co/adegan-politik-salah-kaprah-kiai-nur-kalau-jokowi-paham-pasti-tidak-mau-jadi-imam-salat/
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Bupati Inhil Tinjau Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Gubernur, Siap Berlebaran Bersama Masyarakat di Sungai Guntung
Lapor Pak Presiden! Usut Dugaan Penyelewenangan Uang Negara Dibalik Seluruh Penghargaan Dirut PLN
Dukung Asta Cita Presiden, Personel Polres Inhil Cek Urine
Kick Off Ketahanan Pangan di Inhil, Dukung Program Asta Cita Presiden
Daftar Lengkap Susunan Kabinet Merah Putih
komentar
beritaTerbaru