Manusia di bumi ini tidak akan ada yang pernah tahu kapan kematian itu akan datang, sebab hanya Tuhan saja yang bisa mengetahui hal tersebut.
Hanya Tuhan yang mengetahui waktu kematian seseorang. Umur panjang atau pendek memang bukan urusan manusia.
Namun, di dunia maya mulai banyak beredar aplikasi untuk mengetahui lama seseorang hidup di bumi. Ada yang terlihat konyol, ada pula yang terlihat ilmiah.
Ada sebuah website dirancang khusus untuk mengetahui tahun berapa Anda akan mati. Situs ini menekankan, data yang disajikan bukanlah data ilmiah. Situs ini cuma untuk untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
[br]
Pengunjung bisa memasukkan tanggal lahir, jenis kelamin, sifat dominan, indeks massa tubuh, serta apakah Anda perokok atau bukan.
Kliklah tombol “jam kematianâ€. Lantas muncul pop up window, berisi perkiraan hari dan tanggal kematian Anda. Ditampilkan pula hitungan mundur umur Anda dalam detik.
Namun, situs ini mengingatkan, “Ini bukanlah website asuransi jiwa atau biro statistik. Ini sebuah permainan. Tidak lebih tidak kurang.â€
Silakan kunjungi situs ini di www.deathclock.com jika memang penasaran. Death Clock mengklaim sebagai “website yang mengingatkan Anda betapa singkatnya hidup iniâ€.
Death Year Calculator
Aplikasi iseng untuk mengetahui waktu kematian, yakni Death Year Calculator. Caranya mudah, klik aplikasi ini Death Year Calculator. Kemudian isi nama Anda, pilih tahun lahir anda. Tekan Get Result dan Anda akan mengetahui hasilnya.
Hasil kematian Anda pun bisa disebar di Facebook Anda untuk diketahui teman-teman. Tapi ingat, ini aplikasi konyol untuk bercanda saja.
Metode Sitting Rising Test (SRT)
Dokter spesialis olah raga mengaku telah meneliti dan menemukan cara untuk mengetahui berapa lama lagi orang tersebut akan mati. Dokter itu bernama Claudio Gil Araujo. Tes yang dikembangkannya disebut sitting rising test (SRT). Tes ini sebenarnya biasa dilakukan atlet.
Tes ini untuk melihat fleksibilitas tubuh kita terhadap sebuah aktivitas. Latihan duduk berdiri ini dilakukan tanpa bantuan apapun, juga tangan harus sesuai dengan gerakan yang telah ditetapkan.
Nantinya, ada poin atau nilai, lalu membuat perhitungan sampai akhirnya didapatkan angka prediksi umur seseorang hidup berapa lama.
Disarankan saat saat melakukan SRT agar menggunakan matra supaya mengurangi resiko cidera. Selain itu, pakailan pakaian olahraga yang nyaman, dan tanpa alas kaki.
Menurut Claudio, gaya hidup sehari-hari akan mempengaruhi kesehatan dan berisiko terhadap kematian.
Meski kematian tetaplah urusan Tuhan, tidak ada salahnya mencoba melakukan tes tersebut seperti melihat video ini.
Pojoksatu.id