Senin, 25 Mei 2026 WIB

Belum Lama Indonesia Dinyatakan Bebas dari Omicron, Satu Kasus Ditemukan di Wisma Atlet

- Jumat, 17 Desember 2021 10:04 WIB
1.292 view
Belum Lama Indonesia Dinyatakan Bebas dari Omicron, Satu Kasus Ditemukan di Wisma Atlet
Ilustrasi: RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat (kiri) dan mutasi Covid-19 Omicron. (Foto: Kolase PNC/Kompas TV/The Straits Times)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Belum lama ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa mutasi Covid-19 Omicron belum masuk ke Indonesia.

"Sampai saat ini belum terdeteksi adanya Omicron," ungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Selasa (14/12).

Baca juga: Terdeteksi di Negara Tetangga, Kemenkes Jamin Mutasi Covid-19 Omicron Belum Masuk Indonesia

Baca Juga:

Namun, tak berselang lama di dapati adanya satu kasus Omicron yang ditemukan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta.

RSDC pun segera melakukan penguncian total atau lockdown selama 7 hari pasca ditemukannya varian Omicron sejak Kamis (16/12/2021).

Baca Juga:

Dilansir dari KOMPAS.TV , Jumat (17/12/2021), pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayor Jenderal TNI Suharyanto kepada awak media pada Kamis malam.

"Ya, RSDC Wisma Atlet akan melakukan penguncian total atau lockdown selama 7 hari ke depan dimulai sejak malam ini," kata Suharyanto.

[br]

Hal ini juga dibenarkan sebagaimana laporan dari Jurnalis Kompas TV Dian Silitonga bahwa sejak pukul 19.30 WIB semalam seluruh awak media yang berada di Press Room RSDC Wisma Atlet untuk meninggalkan lokasi.

Adapun alasannya yaitu berkaitan dengan penguncian total atau lockdown yang akan diterapkan di RSDC Wisma Atlet.

Sementara itu, Kepala BNPB juga menyatakan bahwa lockdown akan dilakukan di seluruh tower RSDC Wisma Atlet.

"Lockdown akan dilakukan di tower 1-7 tanpa terkecuali," kata Suharyanto kepada Jurnalis KOMPAS TV.

Suharyanto juga menerangkan bahwa tower 1-3 akan difungsikan sebagai kantor pengelola Wisma Atlet hingga tenaga medis.

Kemudian 4-7 akan digunakan sebagai lokasi karantina WNI yang baru pulang dari luar negeri.

Menurut Suharyanto penguncian total atau lockdowndi RSDC Wisma Atlet dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

[br]

Pekerja pembersih di Wisma Atlet jadi ‘suspek’ pertama

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia tidak mengalami gejala apapun.

Diketahui, kasus pertama Omicron di Indonesia merupakan seorang pekerja pembersih di Wisma Atlet berinisial N.

“Kementerian Kesehatan tadi malam telah mendeteksi seorang pasien N inisialnya terkonfimasi Omicron pada tanggal 15 Desember. Pasien N ini adalah pekerja pembersih di rumah sakit Wisma Atlet,” kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (16/12).

Budi menjelaskan bahwa sampel dari kasus pertama Omicron ini diambil pada tanggal 8 Desember 2021 bersama dua pekerja pembersih Wisma Atlet lainnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dikonfirmasi bahwa satu dari tiga orang tersebut terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

“Kita lihat bahwa ada 3 pekerja pembersih Wisma Atlet yang positif PCR nya, tapi yang terkonfirmasi positif Omicron adalah satu orang,” jelas Menkes Budi.

Sementara itu diketahui sebanyak 3 WNA yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menunggu hasil genome sequencing. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Layanan Prima, Polres Magetan Serahkan BB Hasil Ungkap Kasus ke Pemiliknya
Astagfirullah, 10 Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim Ini Miliki Kasus Pemerkosaan Cukup Tinggi
Kasatpol PP Makassar Bakal Mendekam Lama di Balik Jeruji Besi, Kasusnya Tak Main-main
Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Kapolsek Bagan Sinembah Rapat Koordinasi dengan Forkopimcam
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini, Terjadi Penambahan 44.526 Orang
WHO: Setengah Juta Orang Meninggal Sejak Omicron Mewabah
komentar
beritaTerbaru