Bupati Herman Dorong Hotel dan Swalayan Jadi Etalase Produk UMKM Unggulan Inhil
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, mendorong hotel dan swalayan di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi etalase promosi sek
Artikel
(Pesisirnews.com) - Pemerkosaan adalah salah satu bentuk serangan terburuk dan paling keji yang dapat menimpa manusia yang dilakukan oleh manusia lain.
Tindakan pemerkosaan dibenci oleh semua masyarakat, agama dan budaya. Namun pemerkosaan terus terjadi dengan frekuensi yang mengkhawatirkan di banyak negara.
Meskipun di banyak negara dan budaya pelaku pemerkosaan dianggap telah melakukan pelanggaran terburuk, tetapi ada cukup banyak laporan dan bukti terhadap kasus kejahatan seksual ini.
Baca Juga:
Bahkan di negara-negara paling maju hingga negara yang penduduknya fanatis terhadap agama pun menderita akibat tindakan kriminal seksual yang berdampak sangat buruk terhadap martabat seseorang.
Tantangan melacak statistik pemerkosaan yang sebenarnya
Baca Juga:
Menurut laporan worldpopulationreview.com mengenai data negara-negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi tahun 2022 yang dilansir Selasa (19/4), statistik akurat mengenai pemerkosaan terkenal sulit diperoleh.
Komplikasi terbesar adalah sebagian besar korban kekerasan seksual memilih untuk tidak melaporkannya.
Ada banyak kemungkinan alasan untuk keputusan ini: malu, mempermalukan korban, takut akan pembalasan dari pemerkosa, bahkan takut bagaimana reaksi keluarga korban sendiri.
Juga, banyak undang-undang negara yang menentang kekerasan seksual tidak cukup, dan tidak konsisten, atau tidak ditegakkan secara teratur.
Hal ini dapat membuat korban yakin bahwa melibatkan penegak hukum tidak akan ada gunanya, dan dalam beberapa kasus justru dapat memperburuk keadaan, bukannya lebih baik.
Apa pun alasan untuk diamnya korban, efeknya adalah pemerkosaan tidak dilaporkan di banyak negara.
Ilustrasi: (Int)
Diperkirakan sekitar 35 persen wanita di seluruh dunia pernah mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya. Namun, di sebagian besar negara dengan data yang tersedia tentang pemerkosaan (termasuk AS), kurang dari 40 persen wanita tersebut mencari bantuan - dan kurang dari 10 persen mencari bantuan dari penegak hukum.
Akibatnya, sebagian besar pemerkosa lolos dari hukuman. Di AS, misalnya, diperkirakan hanya 9 persen pemerkosa yang diadili, hanya 3 persen yang menghabiskan waktu di penjara, dan 97 persen pemerkosa berjalan bebas.
[br]
Mengapa perbandingan statistik perkosaan antar negara begitu sulit?
Masalah lain yang membingungkan ketika menyusun dan membandingkan statistik pemerkosaan global adalah bahwa definisi hukum pemerkosaan dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain.
Metode yang digunakan untuk menghitung pemerkosaan juga bisa sangat bervariasi. Perbedaan-perbedaan ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
- Beberapa negara menganggap seks non-konsensual sebagai pemerkosaan. Yang lain mengklasifikasikan serangan seksual sebagai pemerkosaan hanya jika melebihi ambang batas kekerasan tertentu.
- Beberapa negara mengakui pemerkosaan pasangan. Lainnya tidak.
- Beberapa negara menghitung laporan pemerkosaan. Yang lain hanya menghitung insiden yang berlanjut ke pengadilan hukum.
- Beberapa negara memasukkan non-konsensual, dan kadang-kadang juga suka sama suka, seks dengan anak di bawah umur - biasanya diklasifikasikan sebagai pemerkosaan menurut undang-undang dalam total pemerkosaan mereka. Negara lain menempatkan seks apa pun dengan anak di bawah umur, suka sama suka atau tidak, ke dalam kategori terpisah.
- Beberapa negara membatasi definisi pemerkosaan pada penetrasi vagina secara paksa selama hubungan seksual saja. Yang lain menganggap penetrasi mulut, anus, atau vulva yang tidak beralasan dengan bagian tubuh atau objek apa pun sebagai pemerkosaan.
- Beberapa negara hanya melacak pemerkosaan laki-laki-perempuan. Yang lain juga melacak perkosaan perempuan-perempuan, perempuan-laki-laki, dan laki-laki-laki-laki.
- Beberapa negara menganggap setiap serangan individu yang terjadi antara orang yang sama (misalnya, seorang anak dan kerabat, atau seorang pria dan tunangannya yang telah diatur) sebagai insiden tersendiri. Yang lain menambahkan semua insiden bersama-sama dan menghitungnya sebagai satu pemerkosaan.
- Demikian pula, beberapa negara menganggap pemerkosaan berkelompok sebagai insiden tunggal terlepas dari berapa banyak individu yang berpartisipasi. Yang lain menghitung pemerkosaan beramai-ramai sebagai beberapa insiden (satu per peserta, dikurangi korban).
Terlepas dari perbedaan dalam metode pencatatan dan pelaporan ini, data tetap menjelaskan bahwa pemerkosaan adalah masalah utama di seluruh dunia.
Untuk tahun 2010, Afrika Selatan memiliki tingkat pemerkosaan tertinggi di dunia dengan 132,4 insiden per 100.000 orang.
Dalam sebuah survei yang dirilis oleh South African Medical Research Council pada tahun 2009, sekitar satu dari empat pria mengaku melakukan pemerkosaan.
Namun, pemerintah di Afrika Selatan sedang berupaya untuk mengatasi disfungsi ini, dan para pendukung mempertahankan bahwa angka tersebut telah turun menjadi 72,1 pada pelaporan 2019-2020.
[br]
Ilustrasi: PetaStatistik kasus pemerkosaan berdasarkan negara tahun 2022. (Kredit via worldpopulationreview.com)
Berikut 10 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi di dunia tahun 2022:
1. Botswana (92.93)
2. Australia (91,92)
3. Lesotho (82.68)
4. Afrika Selatan (72.10)
5. Bermuda (67.29)
6. Swedia (63,54)
7. Suriname (45.21)
8. Kosta Rika (36.70)
9. Nikaragua (31.60)
10. Grenada (30.63)
(NB: Jumlah insiden pemerkosaan per 100.000 warga di berbagai negara. Angka tidak memperhitungkan insiden pemerkosaan yang tidak dilaporkan ke polisi):
Kasus pemerkosaan dapat terjadi di mana saja dan di negara apa saja
Begitu pun dengan kasus pemerkosaan yang terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, di mana agama mengatur hubungan antar lawan jenis dengan cukup ketat.
Meski demikian, pada kenyataannya tindakan kejahatan seksual di negara-negara ini juga kerap terjadi.
Dari sekitar 50 negara di dunia dengan penduduknya yang mayoritas Muslim, terdapat 10 negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi tahun 2022.
Ilustrasi: (buzzfeednews.com)
Berikut 10 negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan kasus pemerkosaan tertinggi 2022:
1. Kazakstan (8.29)
2. Bangladesh (8.21)
3. Brunei (7.56)
4. Oman (6.94)
5. Kirgistan (5.89)
6. Maroko (4.76)
7. Kuwait (4.50)
8. Bahrain (3.42)
9. Aljazair (2.36)
10. Yordania (2.00)
(NB: Jumlah insiden pemerkosaan per 100.000 warga di berbagai negara. Angka tidak memperhitungkan insiden pemerkosaan yang tidak dilaporkan ke polisi)
(PNC)
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, mendorong hotel dan swalayan di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi etalase promosi sek
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan melaksanakan kegiatan running man di
Olah Raga
(Pesisirnews.com) TEMBILAHANBupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, dampingi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, silaturahmi bersama Ke
Artikel
Tembilahan Teror monyet liar yang meresahkan warga Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih terus berlanjut.
Artikel
Tembilahan Kepengurusan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), d
Artikel
Tembilahan, Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi
Artikel
Tembilahan Kedatangan Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., beserta rombongan di Kabupaten Indragiri Hilir d
Artikel
Tembilahan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, memaparkan secara langsung potensi besar sektor pertanian dan perkebunan Kabupaten In
Artikel
Indragiri HilirSemangat menyambut Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Polda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih
Artikel
Tembilahan Teror monyet liar yang diduga agresif masih meresahkan masyarakat di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (I
Peristiwa