Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Komunitas Muslim Bangladesh di Inggris Perdebatkan Kehalalan Vaksin Covid-19

- Jumat, 11 Desember 2020 13:00 WIB
593 view
Komunitas Muslim Bangladesh di Inggris Perdebatkan Kehalalan Vaksin Covid-19
Ilustrasi: Vaksin pertama Pfizer di Inggris diberikan kepada Margaret Kenan yang berusia 90 tahun. (Foto: Via bd-pratidin.com)

LONDON, Pesisirnews.com - Inggris akhirnya menyetujui penerapan vaksin Covid-19 Pfizer ke tubuh manusia. Namun, komunitas Muslim Bangladesh di London mempertanyakan apakah vaksin ini halal atau haram?

Menurut kantor berita Bangladesh di Inggris, BD Daily, Jumat (11/12/2020), selama beberapa hari terakhir, sejumlah Muslim Bangladesh telah bertanya kepada dua organisasi amal, Bangla Housing Association dan East Hands apakah Inggris yang telah menyetujui vaksin corona Pfizer, halal atau haram?

Ketua East Hands, Nawab Uddin, sebuah badan amal internasional yang berbasis di Inggris, berkata: "Setiap hari di bank makanan East Hands di Shadwell, London Timur, sukarelawan kami ditanyai banyak pertanyaan. Orang ingin tahu bahan apa saja yang sudah diberikan dalam vaksin? Apakah ada yang haram? Banyak orang ingin tahu apakah ada orang Bangladesh yang ambil bagian dalam uji coba vaksin ini?”

Baca Juga:

Pertanyaan semacam itu juga muncul di kantor Bangladesh Daily di London selama beberapa hari terakhir. Mainullah, pria 60 tahun, mengatakan dia tidak mau divaksinasi. Sebab ia pernah mendengar bahwa vaksin ini akan menimbulkan berbagai reaksi di dalam tubuh.

Karena kebingungan mengenai vaksin tersebut, British Islamic Medical Association (BIMA) mengatakan dalam siaran pers bahwa vaksin Pfizer yang diizinkan di Inggris tidak mengandung lemak atau bagian hewani yang terlarang dalam ajaran Islam.

Baca Juga:

Mereka lebih lanjut mencatat bahwa vaksin tersebut telah diuji oleh badan pengawas pengobatan independen sehingga dapat dipastikan tidak ada efek samping utama seperti vaksin umum lainnya.

[br]

Berkaitan dengan hal tersebut, ulama dan tokoh media Maulana Abdur Rahman Madani mengatakan kepada Bangladesh Pratidin bahwa tidak ada yang salah dengan komentar ini. Meskipun ada beberapa hal, itu diperbolehkan untuk menyelamatkan nyawa karena tidak ada alternatif lain.

Misalnya kita tahu pasti bahwa ada gelatin dalam vaksin flu, entah itu dari lemak hewani atau bukan, tapi tidak ada salahnya menggunakannya untuk menyelamatkan nyawa banyak lansia kita.

“Sebagai referensi, ketika para sahabat menderita penyakit kuning, Nabi Muhammad SAW menyuruh mereka untuk mencampur susu unta dengan sedikit air kencing unta. Di sini susu unta halal, dan air kencing haram. Itu bisa diambil setelah nabi kita mengizinkannya,” terang Madani.

Mufti Abdur Rahman Manoharpuri, pakar hukum Syariah Islam dan ketua Masjid Shahjalal Jame di Manorpark, London Timur, memberikan nasehat serupa.

“Karena kita belum mendengar hal buruk tentang vaksin corona selama ini, maka bisa diambil untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

‘Jika kami mengetahui hal buruk di masa depan, kami akan memberikan umpan balik melalui pemeriksaan,” katanya lebih lanjut.

Ia juga menanggapi beredarnya video di media sosial yang menggambarkan jika vaksin Pfizer diberikan maka nilai-nilai atau kesadaran keislaman Muslim akan hilang.

“Pesan-pesan video seperti itu disebarkan yang tidak berdasar. Jadi setiap orang harus menyadari hal ini,” katanya.

Sumber: (bd-pratidin.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rasa Haru Jemaat Gereja Santo Philipus Menerima ‘Ketupat Natal' dari Umat Muslim Kota Banjar
Komunitas Sedekah Jumat Rohil Kembali Gelar Santunan Akbar
BMI Makassar Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
Prancis Alami Lonjakan Kasus Varian Baru Covid-19
KERIS dan Kemenhub RI Sepakat Dongkrak Ekonomi Rakyat Pascapandemi Covid-19
Kasus Baru Covid-19 Kembali Meningkat, China Tutup Universal Studios di Beijing
komentar
beritaTerbaru