Kamis, 14 Mei 2026 WIB

Meski Terancam Dianiaya, Sekelompok Wanita Afghanistan Nekat Mendemo Taliban di Kabul

- Senin, 19 September 2022 12:25 WIB
958 view
Meski Terancam Dianiaya, Sekelompok Wanita Afghanistan Nekat Mendemo Taliban di Kabul
Sekitar 50 orang wanita Afghanistan berdemonstrasi di Kabul menentang diskriminasi yang dilakukan Taliban terhadap wanita. (Al-Arabiya)

KABUL (Pesisirnews.com) - Setelah mendapat banyak kecaman dari kalangan internasional, pada hari Minggu, penguasa Afghanistan di bawah rezim Taliban kembali membuka sekolah untuk anak perempuan dari kelas tujuh hingga dua belas, tetapi masih mengecualikan untuk mereka yang duduk di bangku sekolah menengah.

Sementara, Taliban membuka kembali sekolah menengah untuk anak laki-laki, sedangkan anak perempuan diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya yang mendalam bahwa kebijakan ini, belum lagi pembatasan lain atas kebebasan dasar, akan memperdalam krisis ekonomi di negara miskin itu, dan menciptakan ketidakamanan, meningkatnya kemiskinan serta isolasi yang lebih besar dari kalangan internasional.

Baca Juga:

"Ini adalah hal yang tragis, memalukan, dan benar-benar harus dapat dihindari," kata Markus Putzel, Penjabat Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan dikutip alarabiya.net, Minggu.

"Pengecualian terus-menerus terhadap anak perempuan dari sekolah menengah tidak memiliki pembenaran yang dapat diterima dan tidak ada bandingannya di mana pun di dunia," tambahnya.

Baca Juga:

Menurut perkiraan PBB, lebih dari satu juta anak perempuan dicegah bersekolah di sekolah menengah selama setahun terakhir.

[br]

Untuk menandai peringatan pembatasan sekolah pada anak-anak perempuan di Afghanistan, pada hari Minggu, 50 orang wanita dari Ibu Kota Kabul dan Provinsi Nangarhar, serta Parwan mengirim pesan berjudul "Tahun Kegelapan: Pesan dari Gadis Afghanistan untuk Pemimpin Negara Muslim dan Pemimpin Dunia".

“Dalam satu tahun terakhir, hak-hak dasar kami seperti hak atas pendidikan, pekerjaan, kebebasan untuk hidup bermartabat, kebebasan bergerak dan berekspresi, dan hak untuk menentukan nasib sendiri dan pengambilan keputusan telah dibelenggu,” kata Azadi, seorang siswi kelas 11 berusia 18 tahun dari Kabul," dalam surat itu.

Gadis-gadis yang disebutkan dalam surat itu hanya menandatangani nama depan mereka, mengingat bahaya yang dapat terjadi jika identitas lengkap mereka diketahui Taliban.

PBB mengatakan bahwa penolakan pendidikan melanggar hak paling dasar anak perempuan dan perempuan, dan meningkatkan risiko marginalisasi, kekerasan, eksploitasi dan pelecehan terhadap anak perempuan, sebagai bagian dari berbagai kebijakan dan praktik diskriminatif yang menargetkan perempuan dan anak perempuan sejak Taliban merebut kekuasaan pada musim panas 2021.

PBB kembali menyerukan kepada Taliban untuk membatalkan serangkaian tindakan yang telah mereka ambil, yang membatasi perempuan dan anak perempuan Afghanistan untuk menikmati hak-hak dan kebebasan dasar mereka.

[br]

Sejak merebut kekuasaan dari pemerintahan yang sah di Afghanistan, Taliban mulai menindak lebih keras ketika perempuan menuntut hak-hak mereka.

Pada akhir Januari 2022, New York Times melaporkan aktivis wanita Afghanistan yang berdemonstrasi mendapat panggilan telepon yang mengancam dari petugas intelijen. Mereka diperingatkan untuk tetap diam atau menghadapi “konsekuensi” yang tidak ditentukan.

Para aktivis melaporkan bahwa pihak keamanan Taliban telah menyiksa wanita, memukuli mereka dan menyemprot mereka dengan bahan kimia. Tak sampai di situ mereka juga diancam di bawah todongan senjata api. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wanita Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polsek Kemuning
Edarkan Shabu Dikapung Halamannya, Wanita 24 Tahun Ditangkap Polisi
Dua Wanita Diamankan Polres Inhil Kasus Penipuan Investasi Bodong
Dewi Juliani : Semoga Dharma Wanita Dapat Menjadi Perempuan yang Memberikan Inspirasi Bagi Sesama
Ubah Citra Ultra-Konservatif, Arab Saudi akan Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa
Viral, Wanita Pencuci Piring Berangkat Kerja Diantar Naik Mobil Mewah Bentley
komentar
beritaTerbaru