KIEV (Pesisirnews.com) - Penasihat Kepresidenan Ukraina, Mykhaylo Podolyak mengatakan Presiden Volodymyr Zelensky tak akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum Donbas kembali dikuasai. Hal itu diungkapkannya pada Minggu (10/4/2022).
Podolyak juga menegaskan Ukraina siap melakukan perang besar lawan Rusia untuk mempertahankan Donbas dan Ukraina timur.
Saat ini area tersebut tengah dikuasai dua pasukan pemberontak yang didukung Rusia.
Baca Juga:
“Ukraina bersiap untuk pertempuran besar. Ukraina harus memenangkan mereka, termasuk Donbas. Saat itu terjadi, Ukraina akan memiliki posisi negosiasi yang kuat,†ujarnya, Minggu (10/4/2022) dikutip dari France 24.
“Setelah itu presiden akan bertemu. Mungkin menghabiskan dua atau tiga pekan,†kata Podolyak.
Baca Juga:
[br]
Zelensky sendiri menegaskan pasukan Ukraina sudah siap untuk pertempuran di sisi timur negaranya.
“Sayangnya, secara paralel kita melihat persiapan untuk pertempuran penting, beberapa orang mengatakan yang menentukan, di timur,†katanya.
“Kami siap untuk pertempuran ini dan secara paralel juga melihat mengakhiri perang dengan diplomasi,†pungkasnya.
Sementara itu evakuasi warga Ukraina yang berada di timur terus dilakukan dari Kramatorsk. Kramatorsk sendiri merupakan lokasi tempat serangan rudal ke stasiun kereta api yang terjadi Jumat (8/4/2022), yang menewaskan sekitar 57 orang.
Rusia dianggap pelaku penyerangan tersebut, meski rezim Putin membantah mereka bertanggung jawab atas hal itu. (PNC)