Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Presiden Ukraina Minta Orang Yahudi di Seluruh Dunia Tak Tinggal Diam Terhadap Agresi Rusia

- Rabu, 02 Maret 2022 17:43 WIB
2.027 view
Presiden Ukraina Minta Orang Yahudi di Seluruh Dunia Tak Tinggal Diam Terhadap Agresi Rusia
Vlodymyr Zelensky, bertemu dengan para rabi di Kiev pada awal Mei 2019 usai terpilih menjadi Presiden Ukraina keturunan Yahudi. (Foto via Hamodia.com)

Mungkin belum banyak orang yang tahu jika Volodymyr Zelinsky, mantan aktor komedi yang kini jadi Presiden Ukraina adalah seorang keturunan Yahudi.

KIEV, Pesisirnews.com - Pasca terpilih menjadi Presiden Ukraina pada April 2019 lalu, Times of Israel melaporkan pada 6 Mei 2019 jika Zelensky,mengadakan pertemuan dengan para rabi terkemuka Chabad di Ibu Kota negara, Kiev.

Rabi Shmuel Kamenetsky, seorang pemimpin Chabad yang menghadiri pertemuan bersama dengan lima rabi lainnya pada waktu itu sangat mengapresiasi perhatian Zelensky pada komunitas Yahudi di Ukraina. Namun komunitas Yahudi Dnepro tidak merinci apa yang dibahas Zelensky dalam pertemuan itu.

Baca Juga:

Saat pasukan Rusia menginvasi Ukraina dengan menggempur kota-kota besar menggunakan roket dan misil, Presiden Volodymyr Zelinsky menyatakan telah terjadi Perang Dunia II paralel dan mencela kekuatan global karena tetap "diam" atas invasi Moskow.

Melansir NDTV, Rabu (2/3/2022), Presiden Zelensky mengatakan Rusia ingin menghapus Ukraina dan sejarahnya dan mendesak orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk tidak tinggal diam atas invasi tersebut.

Baca Juga:

"Saya sekarang berbicara kepada semua orang Yahudi di dunia. Tidakkah Anda melihat apa yang terjadi? Itulah mengapa sangat penting bahwa jutaan orang Yahudi di seluruh dunia tidak tinggal diam saat ini," katanya.

[br]

Frasa Holocaust kembali di dengung-dengung-kan Zelensky terhadap agresi Rusia dan menyamakan situasinya dengan pembantaian orang Yahudi oleh Nazi Jerman saat Perang Dunia II.

"Nazisme lahir dalam keheningan. Jadi berteriak tentang pembunuhan warga sipil. Berteriak tentang pembunuhan Ukraina,” katanya.

Presiden Ukraina ini juga menyindir kekuatan global yang telah berjanji selama beberapa dekade untuk tidak membiarkan kengerian Nazi Jerman terulang tetapi tetap diam terhadap operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Kepada dunia: apa gunanya mengatakan (tidak akan pernah lagi) selama 80 tahun, jika dunia tetap diam ketika sebuah bom dijatuhkan di tempat yang sama di Babyn Yar? Setidaknya 5 tewas. Sejarah berulang,” cuit Zelensky di akun Twitter-nya, Selasa (2/3/2022).

Babyn Yar yang disebut Zelensky merupakan salah satu di distrik di Kiev di mana pada September 1941 menjadi ladang pembantaian terhadap lebih dari 33.000 orang Yahudi yang ditembak mati di bawah rezim Nazi.

[br]

Adapun Rusia kini mulai menargetkan bangunan sipil dan administrasi pemerintahan setelah gagal menguasai kota-kota besar Ukraina selama enam hari sejak dimulainya invasi ke negara ini.

Presiden Zelinsky telah mendesak AS untuk mengambil langkah segera untuk menghentikan "agresor" dan meminta keanggotaan Uni Eropa.

Sebagai pembalasan atas invasi tersebut, AS dan negara-negara Eropa telah menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia.

Negara ini (Rusia) selain menghadapi isolasi diplomatik, juga menghadapi boikot di bidang ekonomi, olahraga hingga perfilman. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina
Ukraina Pesan 100 Kendaraan Lapis Baja Rosomak dari Polandia
Putin Tuding AS dan Nato Membentuk Aliansi Global Mirip Perang Dunia II
Rusia - Ukraina Saling Klaim Tewaskan Ratusan Serdadu dalam Pertempuran Bakhmut
Diperkirakan Jutaan Amunisi Mengalir dari Iran ke Rusia
Rusia Meradang, Jerman Umumkan Kesiapan untuk Memproduksi Tank di Ukraina
komentar
beritaTerbaru