Selasa, 28 April 2026 WIB

Komnas HAM: Putri Chandrawati dapat Menjadi Titik Tumpu Pengungkapan Kasus Brigadir Joshua

- Selasa, 02 Agustus 2022 22:08 WIB
1.179 view
Komnas HAM: Putri Chandrawati dapat Menjadi Titik Tumpu Pengungkapan Kasus Brigadir Joshua
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Komnas HAM,di Jakarta Pusat pada Senin (25/7/2022) lalu.

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut istri Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, dapat menjadi titik tumpu pengungkapan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Sebab saat kejadian, kata Taufan, ajudan Sambo, yakni Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Bripka Ricky, tidak menyaksikan insiden itu.

"Seluruh peristiwa ini titik krusialnya, tumpunya ada di Bu Putri (yang bisa) menjawab apakah (ada) tembak-menembak, siapa yang melakukannya, pelecehan seksual ini benar ada atau tidak. Saya kira itu," tutur Taufan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga:

Taufan menuturkan, saat ini Komnas HAM belum bisa bertemu Putri, lantaran upaya asesmen psikologis yang dilakukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga tak kunjung dilakukan, karena Putri tak pernah datang dengan alasan masih trauma berat.

Oleh karena itu pihaknya masih harus menunggu kondisi psikologis Putri membaik.

Baca Juga:

"Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya Ibu Putri yang bisa memberikan keterangan, itupun kita belum ketemu dia. Karena masa psikologis dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya," tuturnya.

Karena kondisi psikologis yang dialami Putri sehingga belum dapat digali keterangannya, maka menurut Taufan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kasus pelecehan seksual itu benar-benar terjadi atau tidak.

[br]

Padahal, Putri disebut bisa menjadi titik tumpu pengungkapan kasus penembakan ini menjadi terang.

"Maka bagaimana kita menyimpulkannya? Belum bisa. Apakah itu benar terjadi atau tidak," ucapnya.

Komnas HAM akui alami kesulitan

Komnas HAM mengaku kesulitan mengungkap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, kesulitan itu disebabkan kamera pengintai alias CCTV di tempat kejadian perkara (TKP), disebut tak berfungsi.

"Tadi kan saya katakan di TKP itu, menurut mereka, informasi mereka, CCTV itu tidak berfungsi. Ini problem besar," kata Taufan.

Taufan mempersoalkan beberapa pihak yang menyebut kasus ini mudah diungkap.

[br]

Sebab menurutnya, hingga saat ini Komnas HAM belum mendapatkan bukti-bukti pendukung, sehingga kasus ini susah disimpulkan.

"Jadi orang yang bilang bahwa ini mudah segala macam, Anda mau bertumpu pada siapa?"

"Kan pada keterangan pelaku, atau keterangan orang-orang yang mengatakan saya adalah korban pelecehan seksual, kan begitu." ujarnya.

"Bagaimana kita menyimpulkannya kalau kita enggak bisa mendapatkan seluruh bukti-bukti pendukung lainnya, yang bisa membantu kita menyimpulkan?" ucap Taufan.

Karena itu, Taufan menegaskan tidak mudah mengungkap kasus ini.

"Jadi tidak mudah, yang bilang mudah, dia tidak tahu persoalannya," pungkasnya. (PNC/WARTAKOTALIVE)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dengan 139 Kasus Positif, Tim Satgas Inhil Lakukan Berbagai Upaya Penanggulangan Malaria Secara Intensif
Raffi Ahmad Jawab Tudingan Terlibat Kasus Robot Trading ATG Wahyu Kenzo
Tim Tabur Kejagung RI Berhasil Mengamankan Seorang Buronan Kasus Korupsi
Korwil 2 TLCI Kampar Resmi Dikukuhkan, Dandim 0313 Kampar Letkol Arh Mulyadi Siapkan Basecamp.
Komisioner Komnas HAM Silaturahim dengan Jaksa Agung dan Bahas Isu-isu  HAM
Polres Banjar Rilis Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak
komentar
beritaTerbaru