RUPAT, PESISIRNEWS.com — Jika suda kemauan dan tekad, kesulitan dan tantangan pun akan dihadapi demi masa depan yang gemilang. Ketiadaan sarana pendidikan dan transportasi yang menjangkau desa tempat tinggal mereka memaksa para laskar pelangi ini harus berjuang lebih keras agar bisa bersekolah seperti anak-anak lainnya.
Junaidi (13) salah satunya. Siswa SD N26 Rupat asal pedalaman terpencil dari Dusun Sialang, Desa Sritanjung, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, ini saat ditemui wartawan saat berjalan kaki Senin (19/1/15)rela menempuh jarak beberapa kilometer, menembus jalan Berbatu (pengerasan) dari rumah ke sekolahnya dengan berjalan kaki.Setiap hari, agar tidak terlambat tiba di sekolah pada pukul 07.30 Wib.
Junaidi dan teman-temannya harus berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 Wita. Oleh karena itu, dia harus bangun lebih pagi. Dia harus berjalan kaki selama sekitar satu jam dalam kondisi yang masih gelap gulita sebelum sampai ke sekolah, jalan setapak. Selain karena jarak yang jauh dari sekolah kondisi jalan yang Baik dan belum diaspal membuat dusun ini belum dijangkau angkutan umum.
SDN 26 Rupat Kecamatan Rupat, kabupaten Bengkalis, tempat Junaidi bersekolah,
"Sering pakaian basah kuyup karena kehujanan di perjalanan sebelum sampai ke sekolah," junaidi.
Karena semangat ini terkadang harus berjalan kaki sendirian menembus jalon poros antara Batupanjang_Pangkalan nyirih Karna teman sedusunnya tak bersekolah karena alasan sakit atau izin. Di dusun kelahirannya itu, hanya ada beberapa siswa yang bersekolah.
Hanya karena semangat yang tinggilah maka anak-anak ini mau menghadapi kesulitan demi bersekolah.
Anak usia sekolah lainnya akhirnya memilih tidak bersekolah karena alasan jarak. Sebagian siswa lagi yang
tetap ingin sekolah dan tidak ingin terlambat terpaksa memilih menumpang di rumah-rumah penduduk di sekitar
sekolahnya.
Hara, orangtua Junaidi, mengaku tak prihatin lagi jalan poros yang dulunya kondisi sulit di lalui maka sekarang sudah ada pengerasan perjalanan anaknya ke sekolah bisa sampai. Sebelum ada pengerasan jalan pada musim hujan deras, beberapa titik yang dilewati anak-anak sekolah dusunnya pasti banjir sehingga menghalang langkahnya untuk berangkat tapi saat ini jalan sangat baik dan tak lecah lagi karena ada pengerasan oleh pihak pemerintah bengkalis.
"Kasihan Pak, anak-anak di sini harus berjalan kaki cukup jauh ke sekolah karena tak ada sarana transportasi. Mereka tinggalkan rumah subuh hari agar bisa tiba di sekolah sebelum pelajaran dimulai. Saat musim hujan mereka terpaksa tinggal di rumah karena takut basah dan jalan banjir," ujar Hara yang mengaku terus memberikan dorongan kepada anaknya agar tetap semangat pergi ke sekolah.(Budi)