Sabtu, 20 Juni 2026 WIB

Pakan Ikan Mandiri Mampu Tekan Biaya Operasional Sampai 35 Persen

- Jumat, 20 Februari 2015 13:41 WIB
702 view
Pakan Ikan Mandiri Mampu Tekan Biaya Operasional Sampai 35 Persen
foto istimewa
JAKARTA,PESISIRNEWS.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Achmad Poernomo mengatakan produksi perikanan budidaya melalui program Iptekmas (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat) dan KIMBis (Klinik Iptek Mina Bisnis) bidang pakan mandiri sejak 2011 mulai menuai hasil.

“Pakan ikan mandiri menjadi pengungkit keberhasilan pengembangan perikanan budidaya dan mampu menekan biaya operasional sebesar 25-35 persen. Setidaknya ada enam keunggulannya," ujar Achmad dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (20/2).

Pertama, dikelola oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok. Kedua, didukung formulator sehingga kualitas produksi pakan ikan memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Ketiga, pabrik pakan dibangun di sentra pengembangan perikanan budidaya. Keempat, para pembudidaya ikan sebagian telah menggunakan pakan ikan lokal. Kelima, telah dikenal oleh masyarakat setempat dan terakhir, harga jual pakan lebih murah dari pakan komersial (harga berkisar Rp 6.500-Rp 7.000 per kilogram).

Ia menerangkan, kebutuhan pakan komersial yang tumbuh sekitar 12-15 persen per tahun, memungkinkan pabrik pakan ikan mandiri berkontribusi terhadap industri pakan ikan nasional.

Jika peran pakan ikan mandiri bisa mengambil share 5-10 persen dari total kebutuhan pakan ikan, maka sangat banyak biaya produksi yang dapat dihemat.

Kelembagaan pakan ikan mandiri dikembangkan dalam suatu sistem di mana di dalamnya ada spesialisasi subsistem yaitu, subsistem pabrik pakan, subsistem bahan baku, subsistem pasar, dan subsistem pengembangan jaringan.

"Sehingga usaha tersebut mampu tumbuh dan berkembang serta mempunyai skala keekonomian yang memadai," ujar Achmad.

Dijelaskan Achmad, spesialisasi memungkinkan dan merangsang tumbuhnya inovasi teknologi, sehingga usaha semakin efisien dan mampu bersaing serta menghasilkan keuntungan.

Achmad mengungkapkan usaha pengembangan pabrik pakan mandiri di Gunung Kidul, Yogyakarta dikelola oleh Koperasi Desa Mina. Dilakukan dengan cara pendaftaran produksi pakan agar bisa dipasarkan lebih luas dan meningkatkan manajemen usaha dengan membentuk kelembagaan usaha dalam bentuk koperasi perikanan Desa Mina.

Juga membentuk jaringan pengadaan bahan baku melalui jaringan KIMBis di Kabupaten Pacitan, Wonogiri, Tegal, dan beberapa daerah lainnya. "Kemudian memperluas jaringan pasar produk pakan ikan mandiri melalui jaringan KIMBis.” terang Achmad.

Ia mengaku, sampai saat ini sudah ada generasi keempat dari mesin pencetak pakan ikan yang telah dikembangkan dan diimplementasikan di lokasi. Dengan kegiatan Iptekmas dan KIMBis, telah berhasil dipecahkan permasalahan melalui teknokrat lokal yang mampu menguasai aspek teknis permesinan, dan spesialisasi kelompok.

Model kewirausahaan pakan ikan mandiri yang dihasilkan, dapat menjadi contoh pengembangan perikanan pada lokasi-lokasi yang memilki karakteristik serupa.

Selain itu, model yang dihasilkan dapat menjadi sentra pembelajaran atau pusat pelatihan bagi masyarakat lain yang ingin mengembangkan perikanan. Keunggulan model ini adalah kemampuannya memberikan multiplier effect pembangunan perikanan, kemandirian pakan serta mengurangi ketergantungan pada pakan ikan komersial.

"Multiplier effect yang muncul ditandai dengan perkembangan usaha-usaha turunan atau usaha yang mendukung pengembangan perikanan dari industri hulu dan industri hilir," pungkas Achmad.(SP)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Inhil dan BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026
Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran
Pegadaian Membangun Perekonomian Masyarakat Lewat Digitalisasi Bisnis dan Ekosistem Emas
Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko
Iran-Rusia Perkuat Sistem Perdagangan untuk Atasi Sanksi Ekonomi Barat
Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global, Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja
komentar
beritaTerbaru