Kamis, 23 April 2026 WIB

Mengenal Masyarakat Raja Laut, Berjuang Membawa Peradaban Kota Dumai ke Ranah Internasional

- Selasa, 08 September 2020 13:55 WIB
2.521 view
Mengenal Masyarakat Raja Laut, Berjuang Membawa Peradaban Kota Dumai ke Ranah Internasional
Freddy Hasiholan (Ketua Tim Peneliti Sejarah Dumai - kiri) dan beberapa pengurus Masyarakat Raja Laut (MRL). (Kredit Foto : Dok. Fb Sejarah Dumai/MLR/Pesisirnews.com)

DUMAI, Pesisirnews.com - Masyarakat Raja Laut (MRL) atau dalam istilah lain disebut ‘Sea King Society’ merupakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), yang secara resmi berdiri pada awal tahun 2019.

Selain sebagai wadah organisasi masyarakat, perkumpulan ini juga memiliki cita-cita luhur untuk mengkaji kembali sejarah peradaban Kota Dumai melalui berbagai kisah petualangan dan kepahlawanan para Raja Laut Melayu dari abad 100 SM sampai 1850 M.

Para Raja Laut Melayu, atau disebut ‘Malay Thalassocracy’ tidak hanya berkuasa di daratan, tapi lebih dominan kekuasaaanya di lautan. Beberapa diantaranya adalah Panghulu Domei, Datuk Laksamana Bukit Batu, Laksamana Hang Nadim, Raja Dilawang Antan Dilaut dan lainnya.

Baca Juga:

Kajian yang dilakukan MLR kepada para Raja Laut Melayu yang berkuasa dari Selat Malaka hingga ke Madagaskar, dan dari Selat Malaka hingga ke Laut Cina Selatan dilakukan bukan berdasarkan dari cerita-cerita legenda yang berkembang di masyarakat, melainkan dilakukan berdasarkan bukti-bukti kesejarahan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.

[br]

Baca Juga:

Melihat itikad luhur dan cita-cita akbar dari MRL dalam mengupayakan agar sejarah dan peradaban Kota Dumai dapat dikenal hingga ke ranah internasional, hal ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah kota (Pemko) Dumai.

Untuk menunjang kajian historis yang dilakukan MRL, Pemko Dumai kemudian memberikan dukungan legal formal dengan membentuk Tim Kajian Sejarah Dumai berdasarkan SK Nomor 998/DINSOS/2019. Adapun Freddy Hasiholan Sidauruk dari Tim Identifikasi Tokoh Sejarah Dumai, ditetapkan sebagai Koordinator Tim Peneliti.

“Saya merasa terhormat diberi kepercayaan untuk menyusun konsep historiografi mengenai eksistensi para raja laut Melayu yang digagas oleh MRL. Apalagi kajian sejarah ini nantinya tidak hanya sebatas membahas Dumai, tetapi juga membahas sejarah Dumai sampai ke tingkat internasional,” ucap Freddy kepada Pesisirnews.com melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2020).

Selain penelusuran dan publikasi silsilah dari para Raja Laut Melayu, pihak MRL juga tidak melupakan jasa, dan peranan Tokoh Pahlawan Daerah sebagai bagian historis Kota Dumai seperti POLRI, TNI, SatPol PP dan semua instansi terkait yang rela mengorbankan nyawanya demi keamanan, keselamatan, dan ketenteraman seluruh warga Kota Dumai.

[br]

Untuk memperluas jaringan MRL, maka dibentuk pula cabang-cabang organisiasi di daerah lain. Masing-masing daerah yang telah memiliki MRL disebut dengan Pangkalan yang berangkat dari istilah melayu bermakna “pelabuhan”.

Masing-masing Pangkalan MRL tersebut dipimpin oleh Wali Bandar. Untuk Pangkalan Dumai dipimpin oleh Wali Bandar Raja Laut Encik Shopan Zulferi, sedangkan Pangkalan Bengkalis dipimpin oleh Wali Bandar Raja Laut Sarwani.

Semua Wali Bandar bertanggung jawab kepada Wali Laksamana Raja Laut yang saat ini dijabat oleh Encik Joni Cancer Akbar.

Yang menarik, Wali Bandar Raja Laut Sarwani merupakan salah satu penemu situs yang diduga sebuah candi, yang belum lama ini ditemukan di sebuah kawasan yang ada di Kabupaten Bengkalis.***

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPC Laskar Melayu Riau Kecamatan Kempas Resmi Dilantik untuk Periode 2024–2027
Petugas BPBD Inhil Evakuasi Korban Laka Laut di Perairan Sungai Dusun
Kecelakaan Laut di Perairan Indragiri, Satu Pemancing Hilang, Dua Pelaut Ditetapkan Tersangka
Kecelakaan Maut Tol Pekan Baru Dumai Satu Orang Meninggal Sopir Melarikan Diri
Polres Inhil Taja  kegiatan SABAR (Sahur Bersama Masyarakat)r
Pj. Bupati H. Erisman Yahya Ajak Forum CSR Maksimalkan Dampak Sosial untuk Masyarakat Inhil
komentar
beritaTerbaru