PESISIRNEWS.COM, SELATPANJANG
- Tepat jatuh pada tanggal 19 Desember 2016, Kabupaten Kepulauan
Meranti menginjak usia ke- 8 tahun. Momentum ini merupakan bukti
peningkatan dan perkembangan yang saat ini terus semakin bergulir menuju
kesejahteraan masyarakat di kota yang dijuluki wilayah sagu terbesar di
Indonesia.
Seperti kita ketahui, kembali kepada
sejarah dari sejak lahirnya Meranti pada tanggal 19 Desember 2008,
mengentaskan kemiskinan memang suatu hal yang ingin dituntaskan dalam
perekonomian yang saat itu masih dibilang benar-benar sulit. Diberi nama
Meranti pada masa itu merupakan asal dari gabungan tiga pulau yang saat
itu masih dikuasai Kabupaten Bengkalis yakni, Pulau Merbau, Rangsang,
dan Tebingtinggi, sehingga disingkat menjadi Meranti.
Dengan berpendudukĀ 178 ribu jiwa diawal terbentuknya Meranti menempati angka kemiskinan
paling tinggi. Berdasarkan data statistik mencapai 43 persen, telah
menempatkan Meranti sebagai kawasan tertinggal,
terbelakang, dan terpencil. Kondisi itu menyebabkan
wilayah Meranti dianggap tidak kondusif dengan dibuktikan tingginya premanisme
dan kemiskinan akibat kurangnya perhatian dari pemerintah dalam
pembangunan.
Setelah membelah diri dari Kabupaten
Bengkalis dan masuk pada bagian wilayah bumi lancang kuning (Provinsi
Riau), terbentuknya Meranti merupakan momentum dimulainya pembangunan.
Dengan semangat tekad para pejuang Meranti, akhirnya sedikit demi
sedikit cita-cita Meranti untuk keluar dari kemiskinan mulai terwujud.
Hingga Meranti dibawah kepemimpinan Drs Irwan MSi yang kini sudah memimpin selama dua periode, tingkat
kemiskinan Meranti yang mencapai 43 persen diawal terbentuk berhasil
ditekan dan membuahkan hasil ditahun 2015 lalu menjadi 33 persen. Ini tentu
bukan terjadi secara tiba-tiba dan bukan sebuah hadiah cuma cuma, ini
berkat kerja keras pejuang Meranti dan semua pihak terlibat yang rela
mengorbankan harta benda serta air mata, hingga Meranti mampu berdiri
sendiri dan cepat mensejahterakan masyarakat.
"Terima kasih
kepada
seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Meranti, yang
berkat usaha bersama telah berhasil mengeluarkan Kabupaten Meranti dari
kemiskinan. Kedepan peran ini sangat dibutuhkan mari bersatu padu mulai
aparatur, pengusaha dan masyarakat sendiri," ucap Bupati Irwan ketika
memimpin inspektur upacara pada memperingati Hari Jadi Kepulauan Meranti
ke-8 di halaman Kantor Bupati Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin
(19/12/16).
Dengan terus mengingat momentum berharga ini, ia juga
mengajak semua unsur Pemerintahan, Instansi vertikal, TNI, Polri
bersama bahu
membahu bergandeng tangan untuk membangun Meranti sesuai dengan
tupoksinya masing-masing. Khusus kepada
Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ia menegaskan agar dapat bekerja
sebaik-baiknya sesuai fungsi dan sumpah janji pegawai dalam mengabdi
untuk membangun Meranti menjadi yang lebih baik.
Mengentaskan
kemiskinan tentunya harus diselingi dengan pembangunan yang baik pula.
Menurutnya, dengan kehadiran PNS diminta agar bekerja dengan baik untuk
menuntaskan
tugas yang menjadi tanggung jawab. Oleh karena itu diminta
dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan
memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan yang ditargetkan.
"Jalankan
tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, baik itu PNS maupun Honor serta
pegawai
pendukung. Jangan bekerja hanya semata-mata mendapatkan imbalan dengan
cara berfikir keliru dan harus diluruskan dalam rangka mendukung
pembangunan yang baik dan berkelanjutan sesuai kebijakan Nasional
Provinsi dan Daerah," terang
Bupati lagi.
Lebih jauh diakui
Bupati, saat ini banyak pekerjaan yang belum terlaksana dengan
maksimal, sehingga hasilnya belum memuaskan baik dari segi Infrastruktur, dan ekonomi. Seluruh pegawai yang
telah berkesempatan bekerja adalah termasuk orang yang beruntung
dibanding yang lain yang belum mendapat kesempatan. Kepada semua pegawai
yang berjumlah 5000-an orang, Bupati Irwan menekankan beberapa hal salah
satunya terkait banyaknya tren PNS pindah tugas akibat terjadi penurunan
volume APBD Meranti yang berimbas pada berkurangnya kesejahteraan.
Hal
itu bertentangan dengan janji PNS saat diterima sesuai posisi yang
dilamar, dan semua PNS sudah menyadarinya. Apa yang dilakukan Pemda
dengan menerima PNS dari luar mengingat sangat dibutuhkannya tenaga yang
profesional. Ditengah penolakan dari dalam yang sangat luar biasa,
karena terbatasnya pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Hal iniĀ harus disadari dan peluang itu hendaknya dimaksimalkan.
"Saya
minta berikanlah loyalitas dan kesetiaan sesuai janji saat melamar
sebagai PNS di Meranti, saya ajak semua merenungkan kembali,"
jelas Bupati.
Pada
kesempatan itu juga, Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu
menyinggung tentang sistem rekrutmen dan
penempatan pejabat di posisi strategis Pemkab Meranti. Dengan begitu,
kedepan katanya akan disesuaikan dengan UU Aparatur Sipil Negara
melalui seleksi ketat dalam rangka menghasilkan pejabat berkwalitas
agar
mampu menjalankan pekerjaan pembangunan sesuai harapan masyarakat di
Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sekedar informasi, turut hadir dalam
upacara memperingati Hari Jadi Kepulauan Meranti Ke-8, Wakil Bupati,
Drs Said Hasyim, Plt Sekda, Julian Norwis, Kapolres Meranti, AKBP
Barliansyah SIk, Ketua DPRD, Fauzi Hasan SE beserta Anggota, Mantan
Gubernur Riau dan Tokoh Masyarakat, H
Wan Abu Bakar, Forkopimda, Para Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah
di lingkup Pemkab Meranti, Instansi
Vertikal, Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Ridwan Hasan, dan sejumlah tokoh
masyarakat/agama/adat.(Adv/Mad)