Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Meski Berteman Baik, Mengapa Rusia Tidak Peduli Terhadap Banyaknya Jet J-15 China yang Jatuh?

- Rabu, 01 September 2021 10:29 WIB
1.565 view
Meski Berteman Baik, Mengapa Rusia Tidak Peduli Terhadap Banyaknya Jet J-15 China yang Jatuh?
Ilustrasi: Pesawat Tempur China J-15. (Foto via Sputnik News)

Pesisirnews.com - Meski pun Rusia dan China sekarang berteman, bahkan mengadakan latihan bersama, namun hubungan kedua negara tidak sepenuhnya mesra.

Hal ini karena Rusia menuding China membajak teknologi militer mereka, diantaranya teknologi pesawat tempur.

Sputnik News Rusia baru-baru ini memuat artikel berjudul "Angkatan Laut China Kekurangan Pesawat Tempur Berbasis Kapal Induk, Hanya Memiliki J-15 yang Ditunggangi Bermasalah.”

Baca Juga:

China pun mengakui begitu banyak J-15 yang jatuh dan terbakar sehingga China sedang mengembangkan jet pengangkut baru, J-31.

Sementara The Asia Times mencatat bahwa media China telah meremehkan pesawat dengan berbagai cara, termasuk menyebutnya sebagai 'ikan yang gagal' karena ketidakmampuannya untuk beroperasi secara efektif dari kapal induk China.

Baca Juga:

Mesin J-15 dan bobotnya yang berat sangat membatasi kemampuannya untuk beroperasi secara lincah dan efektif.

Dengan bobot kosong 17,5 ton, ia melampaui skala untuk pesawat tempur berbasis kapal induk. Sebagai perbandingan, F-18 pekerja keras Angkatan Laut AS, hanya berbobot 14,5 ton.

[br]

Teknologi ini awalnya dicuri dari Rusia

J-15 adalah salinan tanpa izin dari jet pengangkut Su-33 Rusia, yang merupakan turunan dari pesawat tempur berbasis darat Su-27K tahun 1980-an. China telah memperoleh T-10K-3, prototipe Su-33, dari Ukraina dan kemudian merekayasa baliknya.

Sputnik News menyebut, itu mengapa untuk jet J-15 generasi keempat jarang ditunjukkan oleh kalangan militer China.

Dampak dari jet berbasis kapal induk Rusia yang disalin China tanpa izin membuat pesawat-pesawat itu jatuh, dan Rusia tampaknya tidak terlalu peduli dengan masalah yang dihadapi China.

Setelah membedah kekurangan J-15, Sputnik News kemudian menelusuri lebih jauh kepada ahli militer Rusia, Vasily Kashin.

Dalam keterangannya kepada Sputnik, Kashin menjelaskan risiko mengadopsi dan mengembangkan sebuah teknologi militer milik negara lain tanpa persetujuan dan kerjasama.

“Itu sebabnya mengapa Anda tidak boleh menyalin pesawat negara lain tanpa izin," tegasnya. (PNC/National Interest)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dokter Cantik Ini Sentil Puncak Kepuasan Wanita Saat Di Atas Ranjang
Soal Bendera Rasulullah, Gus Nadir: Jangan Mau Dibohongi ISIS dan HTI
komentar
beritaTerbaru