Senin, 27 April 2026 WIB

Makan Biaya Lebih Rp 5 M, Rencana Renovasi Ruang Kerja Nadiem Ditengah Pandemi Tuai Sorotan

- Jumat, 10 September 2021 10:57 WIB
2.248 view
Makan Biaya Lebih Rp 5 M, Rencana Renovasi Ruang Kerja Nadiem Ditengah Pandemi Tuai Sorotan
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Raker dengan Komisi X DPR. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim berencana merenovasi ruang kerja dengan total biaya Rp 5 miliar lebih.

Besarnya anggaran biaya renovasi ruang kerja Nadiem tersebut mendapat respon dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi.

Dilansir dari Merdeka.com, Jumat (10/9/2021), Dede mengingatkan, agar renovasi tersebut sesuai aturan dan prioritas pendidikan ke masyarakat tetap dilaksanakan.

Baca Juga:

"Selama sesuai aturan, dan prioritas utama pendidikan ke masyarakat tetap dilaksanakan," katanya lewat pesan singkat, Jumat (10/9).

Menurutnya, urusan renovasi tersebut tidak dibicarakan di Komisi X. Dia bilang, ada alokasi kebutuhan kerja Kementerian dari Kesekjenan Kemendikbud Ristek.

Baca Juga:

"Komisi X tidak sampai kepada satuan 3 kegiatan yang dilakukan pemerintah. Itu urusan internal pemerintah tentunya," ucapnya.

Politisi Demokrat ini menyebut, Komisi X DPR tetap fokus mengawal kebijakan pendidikan dari Kemendikbud Ristek. Komisi X DPR sendiri merupakan mitra kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim.

"Komisi X tetap fokus mengawal kebijakan pendidikan untuk masyarakat," pungkasnya.

[br]

Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berencana merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Total biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp 5 miliar lebih.

Hal itu terungkap dari lpse.kemdikbud.go.id. Dari situs itu disebutkan penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp 6.500.000.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 5.391.858.505. Satuan kerja dalam hal ini adalah biro umum dan pengadaan barang dan jasa.

Merdeka.com juga mendapat file PDF mengenai rencana renovasi ruang menteri. Di PDF 6 halaman tersebut, tertulis bagian ruangan yang akan di renovasi. Di antaranya ruang private atau ruang Nadiem, semi private, ruang public dan service.

Irjen Kemendikbud Catharina Girsang mengaku belum mengetahui terkait renovasi ruangan Nadiem tersebut. Menurutnya, banyak ruangan di gedung Kemendikbud.

"Maaf saya tidak tahu jika ada ruangan yang direnov karena ruangannya juga banyak," ucapnya lewat pesan, Kamis (9/9).

Sementara, Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Nizam juga tidak mengetahui perihal renovasi itu. Dia bilang, hal tersebut merupakan ranah biro umum.

"Wah saya malah gak tau. Itu di biro umum," singkatnya.

[br]

Sedangkan, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbud Triyantoro belum merespons soal renovasi itu. Dia hanya membaca pesan ketika ditanyakan mengenai hal tersebut.

Sekjen Kemendikbud Suharti juga belum merespon saat ditanya mengenai urgensi rencana renovasi ruang menteri di saat pandemi. Ia hanya membaca pesan yang dikirim tim Merdeka.com melalui WhatsApp.

Sementara itu, Staf Khusus Nadiem, Hamid Muhammad menolak menjawab soal renovasi ruang Menteri Nadiem yang memakan biaya sampai Rp 5 miliar tersebut. Dia mengganggap, hal tersebut tidak substansif.

"Kalau mau tanya, tanyakan hal-hal yang sifatnya substantif. Kebijakan, program dan sasaran kinerja yang dicapai dan yang tidak. Itupun harus tanya ke eselon I atau eselon II yang memegang program tersebut," katanya.

Terpisah, juru Bicara DPP PSI, Dara Nasution mempertanyakan rencana renovasi ruang kerja Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim yang menghabiskan Rp 5 miliar lebih.

“Aduh, Mas Menteri @nadiemmakarim kenapa harus merenovasi ruang kerja di tengah pandemi? Rasanya ini bukan sesuatu yang mendesak. Anggaran Rp 5 miliar mestinya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yg lebih penting, misalnya membantu anak-anak Indonesia supaya tidak putus sekolah di tengah pandemi?” tulis Dara di akun twitter @DaraNasution, Jumat (10/9).

Dia mengungkapkan, renovasi itu bukan sesuatu yang mendesak. Anggaran Rp 5 miliar mestinya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting, misalnya membantu anak-anak Indonesia supaya tidak putus sekolah. (PNC/MERDEKA)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru