Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla
Pekanbaru Menjelang Hari Jadi ke78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Polwan jajaran Polda Riau memaknai momentum tersebut deng
Peristiwa
Pesisirnews.com - Presiden ke-2 RI, Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 silam. Kabar meninggalnya Soeharto ini pertama kali diumumkan oleh seorang Kapolsek.
Kapolsek tersebut bernama Dicky Sondani. Dialah orang yang pertama kali mengabarkan ke publik jika Pak Harto telah wafat.
Siapakah Dicky Sondani?
Baca Juga:
Dicky Sondani merupakan seorang perwira menengah Polri yang lahir di Bengkulu, 18 Agustus 1971.
Saat ini, Dicky Sondani telah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dan menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh sejak 21 Oktober 2019.
Baca Juga:
Dicky merupakan lulusan Akpol 1993 yang berpengalaman dalam bidang lantas. Selain itu, dia juga pernah menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2004 dan Sespim Pol, Lembang pada 2009.
Dicky sempat bertugas di sejumlah tempat, yaitu di DKI Jakarta, Aceh, Banten, Kepulauan Riau, hingga Sulawesi Selatan.
Saat menjabat sebagai Dirlantas Polda Aceh, Dicky Sondani mendapatkan penghargaan dari Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah pada 17 Maret 2021.
Penghargaan ini diberikan Gubernur Aceh kepada mereka yang dinilai berdedikasi dan berinovasi dalam meningkatkan layanan Samsat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Aceh (PAA) khususnya dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selama 2020.
[br]
Berikut riwayat jabatan Kombes Pol Dicky Sondani:
- Kapolsek Metro Kebayoran Baru
- Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh
- Kapolres Aceh Tengah (2012)
- Kapolres Aceh Tamiang (2012)
- Kabid Propam Polda Banten (2015)
- Dirsabhara Polda Kepri
- Kabidhumas Polda Sulsel (2016)
- Dirlantas Polda Aceh (2019)
[br]
Detik-detik meninggalnya Soeharto
Saat Soeharto meninggal, Dicky Sondani saat itu menjabat sebagai Kapolsek Metro Kebayoran Baru.
Dia menjadi penanggung jawab keamanan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat Soeharto dirawat.
Sehari sebelum Pak Harto meninggal, Dicky Sondani pulang ke kantornya, Mapolsek Kebayoran Baru yang berjarak 1 Km dari rumah sakit.
Dia hendak beristirahat setelah seharian di RSPP dan dua minggu tak pulang ke rumah karena harus bersiaga.
Malam itu, Dicky Sondani bisa bernapas lega karena dokter yang merawat Soeharto mengatakan, kondisi presiden ke-2 itu membaik.
Bahkan kondisi Soeharto semakin meningkat dan diperkirakan pada Selasa, Pak Harto sudah bisa duduk bagus.
Meski dokter berkata demikian, tapi Dicky Sondani tetap tak pulang ke rumah dan memilih beristirahat di kantor.
Keesokan hari, istri Dicky Sondani mengajaknya kondangan ke pesta pernikahan saudaranya.
Merasa pengamanan di RSPP mulai longgar, Dicky Sondani mengiyakan permintaan sang istri dan segera berganti kemeja batik.
Namun rencana kondangan itu urung dilakukan. Sebab tak lama, ponsel Dicky Sondani berdering.
Dicky Sondani saat menjabat Kapolsek Metro Kebayoran Baru merupakan orang pertama yang mengabarkan Pak Harto meninggal dunia.
Dokter kepresidenan menghubungi Dicky Sondani dan memberi tahu bahwa kondisi Pak Harto kembali memburuk.
Dicky Sondani segera mengganti kemeja batiknya dan langsung meluncur ke RSPP.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Dicky Sondani tiba di RSPP dan dokter mengatakan, kondisi Pak Harto semakin menurun.
Bahkan, dokter menyebut wafatnya Pak Harto tinggal menunggu waktu.
"Saya ingat sekali saya lima kali bolak-balik, keluar masuk rumah sakit," kata dia dalam sebuah wawancara, Selasa (26/1/2016).
"Nah, pas masuk ke rumah sakit yang terakhir, dokter menyatakan bahwa Pak Harto sudah meninggal dunia," tambahnya.
[br]
Tak bisa bohongi publik
Mengetahui kabar meninggalnya Soeharto, Dicky Sondani keluar dari rumah sakit lagi untuk mempersiapkan personel pengamanan tambahan.
Dia juga berkoordinasi dengan TNI yang turut mengirimkan pasukan. Saat itu, dia adalah perwira polisi tertinggi yang ada di RSPP.
Rupanya, gerak-gerik Dicky terpantau puluhan awak media yang menunggu di rumah sakit.
Dicky Sondani merasa para wartawan curiga melihat dirinya yang sibuk berkoordinasi melalui handy talkie untuk menambah personel.
"Mungkin ada sekitar 100 wartawan tiba-tiba mengerubuti saya, bertanya, ada apa, Pak? Kok ada personel tambahan segala," ujar Dicky.
Dicky Sondani pun mengaku tak bisa berbohong. Di situlah dia menyampaikan bahwa Pak Harto telah tiada.
"Ya, saya jujur saja. Saya bilang, Pak Harto meninggal dunia pukul 13.10 WIB."
"Saya tidak bisa membohongi publik saat itu. Karena memang saya tahu dari dokternya langsung," katanya. (PNC/TRIBUNNEWS.COM)
Pekanbaru Menjelang Hari Jadi ke78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Polwan jajaran Polda Riau memaknai momentum tersebut deng
Peristiwa
INDRAGIRI HILIRMalam mulai menyelimuti Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Namun perjuangan melawan keba
Artikel
Tembilahan, (28/8/2026) Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan
Artikel
Tembilahan Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, diwakili Staf Ahli Bupati Indragiri Hilir, T.M. Syaifullah, mengha
Artikel
Pekanbaru Polda Riau memperketat pengawasan terhadap areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan kawasan yang tela
Lingkungan
INDRAGIRI HILIR,Tiga pria dewasa dikabarkan hilang dan hingga kini belum dapat dihubungi setelah pergi menggunakan pompong untuk berjualan c
Peristiwa
TEMBILAHAN Kebakaran lahan cukup luas terjadi di kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten
Artikel
Tembilahan Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, menerima kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di kediamannya, Kamis (27/8/20
Artikel
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, turun langsung mendampingi sejumlah balita stunting dalam se
Artikel
Tembilahan, (27/8/2026) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stu
Artikel