Selasa, 15 September 2026 WIB

Tragedi Alfian, Siswa SMK yang Kehilangan 2 Tangan Saat PKL: Tetap Semangat dan Ingin Bisa Kuliah

- Rabu, 03 Maret 2021 10:14 WIB
1.622 view
Tragedi Alfian, Siswa SMK yang Kehilangan 2 Tangan Saat PKL: Tetap Semangat dan Ingin Bisa Kuliah
Alfian bersama ayahnya dijenguk Kades Sawit, Maryadi, Klaten, Selasa (2/3/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

KLATEN, Pesisirnews.com - Sebuah tragedi menimpa Alfian Fahrul Nabila (18), siswa kelas XI salah satu SMK di Klaten yang dua tangannya diamputasi viral di media sosial. Kedua tangannya diamputasi setelah tersengat aliran listrik saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL).

Kisah pilu anak pertama pasangan, Wagimin (55) dan Tri Ismani (54) itu terkuak setelah sempat viral di media sosial. Kisah pilu warga Dusun Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten itu viral setelah diunggah di beberapa grup Facebook yang ada di Klaten.

Namun kondisinya saat ini tak membuat Alfian patah arang. Warga Dusun Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, itu bercita-cita memiliki tangan robotik dan bisa jadi ahli komputer.

Baca Juga:

"Ya inginya pengin punya tangan yang robotik. Biar bisa tetap beraktivitas," kata Alfian saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (2/3/2021).

Alfian yang didampingi kedua orang tua dan pamannya itu mengatakan keinginannya tersebut juga agar tidak menyusahkan orang lain. Karena dengan tangan robotik yang bisa digerakkan, dia bisa mulai untuk kembali mandiri.

Baca Juga:

[br]

"Ya pengin yang robotik. Bisa digerakkan sehingga bisa berkarya," lanjut Alfian.

Paman Alfian, Purwanto, yang juga juru bicara keluarga menjelaskan, saat perawatan Alfian di rumah sakit pihak keluarga sudah mengupayakan agar kedua tangannya bisa dipertahankan. Tapi dua minggu kemudian akhirnya pilihan sulit datang karena harus diamputasi.

"Dari awal sudah kita usahakan tapi titik akhirnya harus diamputasi. Sebab dua minggu berselang tidak ada perkembangan membaik dan tangan kanan menghitam," kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan, tangan Alfian yang diamputasi pertama adalah tangan kanan. Dua minggu kemudian tangan kiri yang harus diamputasi.

"Dua minggu setelah tangan kanan, tangan kiri mulai menghitam, membusuk. Oleh dokter disarankan juga diamputasi sebab jika tidak bisa meracuni jaringan di dalam tubuh," papar Purwanto.

[br]

Menurut Purwanto, keponakannya ingin punya tangan robotik yang dari berbagai informasi harganya sampai Rp 400 juta. Saat ini keponakannya itu mulai bangkit dan bisa beradaptasi dengan kondisinya. Berbagai aktivitas dilakukan dengan jari kaki.

"Mulai belajar adaptasi, apa-apa sekarang dengan jari kaki. Termasuk menggunakan HP sampai laptop bisa dengan kaki," imbuh Purwanto.

Selain ingin punya tangan robotik, lanjut Purwanto, Alfian ingin tetap meneruskan sekolahnya ke perguruan tinggi. Bahkan sudah mendaftar penerimaan mahasiswa baru di dua perguruan tinggi.

"Sudah mendaftar kuliah tinggal nunggu seleksi. Satu di UNY jurusan pendidikan teknik informatika dan teknik komputer Undip, sejak dulu ingin jadi ahli komputer," ujar Purwanto.

Sementara itu, Kepala Desa Sawit, Maryadi, mengatakan keluarga Alfian masuk sebagai penerima bantuan sosial pemerintah pusat karena tergolong keluarga tidak mampu.

"Jadi keluarga masuk kategori tidak mampu, ada stikernya di rumah. Dia (Alfian) tidak berharap uang tapi harapannya kalau ada lembaga yang membantu membuatkan tangan robotik itu yang diharapkan," kata Maryadi.

Sumber: (detik.com)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Butuh Uluran Tangan, Nurjanah Terbaring Lemah di RSUD Tembilahan Lawan Penyakit Tumor
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Ikuti Rakor Persiapan Kedatangan Kepala Daerah Secara Virtual
Kepsek SMKN 1 Tembilahan Raih Penghargaan Indonesian Smart School Award 2024.
Pemuda di Riau Bacok Ayah Tiri Hingga Mengalami Putus Tangan
Kompolnas Minta Propam Usut Polisi yang Menertawakan Perempuan yang Lapor Kehilangan Suami
Sudahi Konflik Pascatragedi Kanjuruhan, Mari Bangkit Menuju Sepak Bola yang Berprestasi
komentar
beritaTerbaru