BOGOR,PESISIRNEWS.COM - Guru ngaji Atikotul Mahya(28) yang ditemukan meninggal tanpa busana di dalam sumur rumahnya di RT 05/04, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, diduga korban pembunuhan.
Dugaan itu mencuat setelah warga menemukan bercak darah di lokasi kejadian. Darah yang sudah mengering itu menempel di paralon sumur.
Selain itu, tetangga korban juga sempat mendengar suara jeritan perempuan pada malam kejadian sekitar pukul 22.00 WIB.
Tetangga korban, Edi Mulyana (43) mengatakan, korban sempat mengikuti kegiatan Maulid Nabi di masjid sekitar pada Minggu malam (1/11).
Setelah mengikuti acara Maulid Nabi, korban pulang ke rumahnya sekitar pukul pukul 21.30 WIB.
Edi melihat perempuan yang akrab disapa Bunda Maya itu pulang bersama dua anaknya yang berumur 4 tahun dan lima bulan.
Ibu dan anak itu diantar seseorang menggunakan sepeda motor. Namun orang yang mengantar Bunda Maya dan anaknya tidak sampai ke depan rumah.
Edi mengaku melihat Bunda Maya turun dari motor dan berjalan menuju ke rumahnya. Ia menggendong anaknya yang masih berusia lima bulan dan menuntun anaknya yang berusia 4 tahun.
Saat itu, Edi sedang mengemasi barang di depan rumahnya. Edy tidak menaruh kecurigaan apapun.
[br]
Selesai mengemas barang, Edi lalu ke dalam rumahnya. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara jeritan perempuan.
“Iya ada jeritan sayup-sayup gitu. Terus saya ke dapur buat memperjelas. Tapi nggak kedengeran lagi jeritannya,†kata Edi.
Saat korban pulang ke rumah, suaminya M Kurniawan masih mengikuti kegiatan Maulid Nabi, karena kebetulan dia bertindak sebagai panitia sekaligus pembawa acara di acara tersebut.
Kata Edi, warga bersama Kurniawan sempat mencari korban setelah pulang ke rumah. Suami korban pun harus mendobrak pintu rumah.
“Karena biasanya kalau ketuk pintu dua kali sudah dibuk, tapi ternyata nggak ada jawaban. Akhirnya didobrak. Kalau saya sih nggak ikut mencari malam itu. Soalnya udah tidur,†kata Edi.
Keesokan harinya, Senin (3/11) Kurniawan bersama Edi berupaya mencari Bunda Maya, mereka juga sempat mencari keberadaan korban di dalam sumur, tapi karena gelap dan tidak membawa lampu senter, mereka tidak melihat apa-apa dan menutup sumur itu dengan beton seperti semula.
“Pas melihat itu cuma sekilas. Nggak pakai senter juga. Jadi ditutup lagi,†jelas Edi.[br]
Baru pada Selasa (3/11) sekitar pukul 07.00 WIB, Kurniawan merasa ada yang aneh pada air di rumahnya. Ia memanggil Mulyadi, seorang tukang ledeng untuk memeriksanya.
Saat Mulyadi membuka tutup sumur, dia sempat menyinari sumur dengan lampu senter dan melihat ada jasad manusia di dalamnya.
Kurniawan langsung memanggil suami korban untuk menyaksikan sesosok mayat di dalam sumur. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat lalu melapor polisi.
Keterangan dari warga lainnya, rumah korban dalam keadaan rapi. Namun, ponsel milik korban dan uang tunai Rp500 ribu hilang.
Pojoksatu.id