Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Lindungi Ponakan yang Ganggu Istri Orang, Nyawa Paman malah Melayang

- Jumat, 28 Agustus 2020 18:53 WIB
1.350 view
Lindungi Ponakan yang Ganggu Istri Orang, Nyawa Paman malah Melayang
Korban Mustaji, (ditutupi kain jarik) yang tewas karena melindungi ponakannya. (Kredit Foto : SURYAMALANG.COM)

PAMEKASAN, Pesisirnews.com - Mustaji (60), lelaki tua warga Dusun Brumbung Dajah, Desa Ponjenan Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura menjadi korban keganasan celurit milik Asmui (36).

Pelaku yang merupakan warga Desa Ponjenan Timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan tega membabat tubuh renta Mustaji karena petani bawang ini dianggap telah melindungi keponakannya dari amuk amarah Asmui.

Penganiayaan yang dilakukan oleh Asmui terhadap Mustaji ini, terjadi di lahan pertanian bawang milik Mustaji yang berada di Desa Ponjenan Barat, pada Rabu (26/8/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga:

Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah PS menjelaskan kronologi terjadinya penganiayaan tersebut.

Sebelum terjadi penganiayaan, mulanya, Mustaji, kata dia sedang menyiram bawang di lahan pertanian miliknya.

Baca Juga:

Saat menyiram, korban ditemani oleh empat orang petani bawang lainnya, yaitu Dayat (ponakan), Rudin, Sid dan Saleh (anak korban).

[br]

Tak lama kemudian, datang Asmui (pelaku) dan Mat Fauzi (rekan pelaku) ke lahan pertanian bawang milik korban.

Namun, lantaran korban mencurigai akan terjadi penganiayaan terhadap ponakannya yaitu Dayat, korban langsung menyuruh untuk lari.

Celakanya, ketika ponakannya berhasil melarikan diri, pelaku malah menganiaya korban.

Banit Reskrim Polsek Tamberu Pamekasan, Brigadir Andika Pramono menjelaskan dugaan terjadinya penganiayaan yang menewaskan satu korban ini.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terjadinya penganiayaan tersebut diduga karena keponakan korban bernama Dayat mengganggu istri tersangka.

Lantaran geram dan tidak terima istrinya diganggu, akhirnya tersangka mendatangi Dayat sewaktu menyiram bawang di lahan pertanian milik pamannya.

"Saat pelaku ini datang ke sawah, Dayat langsung disuruh lari oleh korban."

"Sedangkan korban tidak lari, karena dia menyangka tidak akan mungkin pelaku mau membunuh dirinya karena masih memiliki ikatan keluarga," kata Brigadir Andika Pramono mengutip SURYAMALANG.COM saat dikonfrimasi via telepon.

Namun tak disangka, pelaku justru tega menganiaya paman Dayat (Mustaji-red), menggunakan sebilah celurit, karena diduga telah melindungi Dayat yang disuruh melarikan diri.

Usai dianiaya, akhirnya Mustaji mengembuskan napas terakhirnya di lahan pertanian bawang miliknya itu.

Kini Asmui mendekam dibalik jeruji penjara Mapolres Pamekasan, Madura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Sumber : (SURYAMALANG.COM)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Listrik Resmi Mengalir di Pelangiran Kecil dan Teluk Bunian, Warga Akhirnya Rasakan Terangnya Setelah Puluhan Tahun
Terhitung 1 Januari Sampai 28 Februari 2025 Diskon Tarif Listrik PLN 50%
KPU Inhil Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke Wilayah Perairan
Siap Dukung Keandalan Listrik di Maluku Utara, PLN UIP MPA Kebut Pembangunan PLTMG Tobelo
Pemerintah Indragiri Hilir Percepat Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Kecamatan Keritang dan Reteh
PLN Menginformasikan Terjadi Gangguan Kelistrikan Jaringan Transmisi di Sumatera Bagian Selatan
komentar
beritaTerbaru