Jumat, 07 Agustus 2026 WIB

Di Sungai ini jangan Mandi Pakai Celana Dalam kalau tak ingin Disambar Buaya

- Rabu, 05 Agustus 2020 10:50 WIB
2.598 view
Di Sungai ini jangan Mandi Pakai Celana Dalam kalau tak ingin Disambar Buaya
Pawang Buaya, Mang Ademi (baju biru), duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020). (Kredit Foto via palembang.tribunnews.com)

BANGKA, Pesisirnews.com - Seorang pawang buaya bernama Mang Ademi (62), warga Sungai Kayubesi Kecamatan Puding Besar, Bangka, berhasil menangkap seekor buaya berukuran jumbo seberat 500 kilogram.

Meskipun predator ganas tersebut tak lagi bergigi, namun sudah banyak korban yang tewas diterkamnya.

Menurut Mang Ademi, banyak larangan yang harus diindahkan saat berada di aliran sungai ini. Jika melanggar, maka buaya sungai itu akan mengamuk, memangsa siapa saja yang ditemuinya.

Baca Juga:

Melansir Bangka Pos, Selasa (4/8/2020), Mang Ademi menyebutkan pantangan pertama agar terhindar dari terkaman buaya adalah jangan mandi di sungai pakai celana dalam.

"Pantangannya kalau mandi di sungai dak boleh mandi (hanya) pakai sempak (celana dalam), tapi harus pakai celana (celana pendek)," kata Mang Ademi.

Baca Juga:

[br]

Pantangan kedua, siapa saja yang berada di aliran Sungai Kayubesi, tidak boleh sesumbar atau sombong seolah paling hebat. Sebab kesombongan akan membuat penghuni sungai marah.

"Dak boleh berlagak jadi dukun, tidak boleh sombong takabur (di sungai-red), itu pantangan," jelasnya.

Pantangan ketiga, siapapun tidak boleh menebar pancing (rawai atau tajur) yang dibiarkan berlama-lama di tepi sungai. Sebab mata pancing yang tajam menjadi ancaman bagi buaya.

"Rawai atau pancing tidak boleh ditinggal di pinggir sungai. Boleh mancing tapi jangan pasang pancing (tajur) dibiarkan di pinggir sungai. Masalahnya jorang (buaya) takut matanya kena mata pancing. Sehingga buaya mengganggu, itu menurut kepercayaan," nasehatnya.

Pantang keempat, para pemancing ikan atau udang, sebaiknya tidak menggunakan umpan yang aneh-aneh. Sebab keberadaan umpan pancing yang tidak lazim, membuat buaya mengeluarkan energi negatif.

"Tidak boleh mancing pakai umpan ikan air laut," katanya.

Pantangan yang kelima, jangan pernah mempermainkan buaya agar monster buas ini tak menyimpan rasa dendam.

"Karena tempohari ada oknum aparat saya lihat mancing (buaya) main-main pakai umpan bebek. Begitu saya datangi dia (oknum) lari, itu tidak boleh karena bikin buaya kesal," kata Ademi seraya menyebut pantangan keenam agar masyarakat tidak membuang bangkai ayam atau usus ke aliran sungai agar tak memancing kemunculan buaya.

[br]

Sementara itu saat ditanya apakah ada gangguan gaib ketika Mang Ademi akan turun memancing buaya pemangsa manusia di sungai ini? Ayah delapan anak, empat cucu yang "ditokohkan" warga itu mengakuinya.

Namun apapun yang terjadi, Mang Ademi tak berubah pikiran, tetap melanjutkan perburuan buaya karena telah mengganggu penduduk setempat.

Menurut Mang Ademi, buaya yang dia tangakap berusia 112 tahun, dan dari kaca mata batinnya, merupakan sosok "buaya peliharaan" seorang dukun di daerah lain.


Sumber : palembang.tribunnews.com

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seekor Buaya Muncul Disekitaran Pos Polairud Inhil Parit 19 Tembilahan
Nelayan Di Inhil Diterkam Buaya
Saat Menunduk Cuci Kaki Di Sungai Bocah (7) Di Inhil Diterkam Buaya
Saat Mandi Di Sungai Seorang Warga Inhil Diterkam Buaya
Seorang Warga Selamat dari Serangan Buaya di Sungai Batang Kuantan, Ini Imbauan BKSDA Riau
KPK: Rp 5,3 Miliar Diraup Bupati Bangkalan dari Tarif Lelang Jabatan, 5 Pejabat Ikut Terlibat
komentar
beritaTerbaru