Selasa, 16 Juni 2026 WIB

KH Salahuddin Wahid:Belajarlah Dari Soekarno Dan Soeharto Untuk Mengendalikan Diri

Haikal - Minggu, 11 November 2018 15:49 WIB
361 view
KH Salahuddin Wahid:Belajarlah Dari Soekarno Dan Soeharto Untuk Mengendalikan Diri

JOMBANG-Pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid menghimbuh kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk belajar dari Bung Karno dan Soeharto, yang mampu mengendalikan diri. Ini penting supaya tidak terjadi kekacauan di negara tercinta,  Republik Indonesia.

"Saat pergantian dari Bung Karno terjadi kekacauan dan juga saat Soeharto diganti, namum keduanya tidak mau menggunakan kekuatannya dan kekuasaannya. Jika mau menggunakanya, tentunya perang saudara akan terjadi," demikian Gus Solah panggilan akrab KH Salahuddin Wahid dalam pidatonya di seminar nasional 'Aktualisasi Resolusi Jihad untuk Persatuan Bangsa menuju Pemilu Damai', di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang, Minggu (11/11/2018).

Menurut Gus Solah, dari kedua pemimpin bangsa Indonesia ini, para elit politik bisa belajar untuk mengendalikan diri demi keutuhan bangsa dan negara. "Jika saat itu terjadi kekacauan, namum dapat dikendalikan, itu karena pemimpinnya dapat mengendalikan diri. Untuk saat ini dalam Pilpres 2019 para calon harus mampu membuat negara ini aman, tidak terjadi kekacauan," lanjutnya.

Baca Juga:
Bisa Mengalahkan Lisan dan Jari

Lebih lanjut Gus Solah menuturkan. pada saat pergantian Presiden Bj Habibi ke Gus Dur sampai pada pergantian presiden keenam Susilo Bambang  Yudhoyono ke Joko Widodo, juga berjalan dengan baik, melalui proses demokrasi.


Baca Juga:

Keterangan foto nasionalisme.co

Yang perlu dijaga saat ini adalah lisan dan jari kita, supaya dalam komentar baik di media dan media sosial tidak menimbulkan kekacuan yang mengakibatkan keributan serta ketegangan," ujarnya.

Akhir-akhir ini, tambahnya, saya melihat perang lisan dan jari, ini menyebabkan ketegangan dan bisa dilihat dari Pilpres 2014 dan pilihan Gubernur Jakarta Ahok kemarin. "Di situ bisa dilihat bagaimana ketegangan karena lisan dan jari, bisa dilihat," ungkap adik kadung Gus Dur ini.

Gus Solah yakin, jika kita mampu menjaga lisan dan jari ini, maka, proses pemilihan presiden 2019 akan berjalan damai. "Semoga semua bisa menjaga lisan dan mampu mengalahkan diri sendiri dengan mengendalikan diri," pungkasnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Dr H Mif Rohim, MA, Yudhi Latif, Ph.D, Prof Nasaruddin Umar dan Hasyim Asy'ari SH.  (duta.co)

SHARE:
beritaTerkait
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
SPMB 2026 di Inhil Gunakan Sistem Elektronik, Disdik Jamin Transparan dan Tanpa Pungutan
Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !
Gema Muharam Herman Berharap Acara Keagamaan untuk Meningkatkan Nilai Spritual Masyarakat
Pemkab Inhil Besinergi Dengan Tim Penggerak PKK Dalam Mengelola Makanan Sehat
komentar
beritaTerbaru