Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Presiden Venezuela diserang bom dalam drone saat pidato parade militer

- Minggu, 05 Agustus 2018 14:56 WIB
204 view
Presiden Venezuela diserang bom dalam drone saat pidato parade militer
Merdeka.com

Pesisirnews.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi target pembunuhan saat sedang berpidato dalam perhelatan parade militer di Caracas. Pelaku mencoba menyerang Maduro dengan bahan peledak dibawa oleh pesawat nirawak (drone).

Baruntung nyawa Maduro berhasil terselamatkan karena pasukan tentara bergegas melindunginya. Namun ada tujuh tentara yang terluka akibat insiden tersebut.

"Ini adalah serangan bertujuan untuk membunuh saya. Mereka mencoba mengambil nyawa saya hari ini. Saya melihat sendiri benda terbang yang meledak di depan saya," ungkap Maduro dalam rekaman siaran langsung usai kejadian, dikutip dari AFP, Minggu (5/8).

Baca Juga:

Maduro menyebut ada campur tangan negara tetangganya, Kolombia, dalam serangan ini. Sementara beberapa pejabat menuding oposisi pemerintah pelakunya.

"Saya tidak ragu bahwa nama Juan Manuel Santos ((Presiden Kolombia) ada di balik serangan ini," sebut Maduro.

Baca Juga:

Dia juga menambahkan bahwa beberapa orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk diinterogasi. Penyelidikan terkait insiden ini pun sedang dikerahkan.

Namun demikian, Kolombia membantah terlibat dalam serangan ini. Seorang pejabat senior negara tersebut mengatakan bahwa tuduhan Maduro sama sekali tidak berdasar.

Sementara itu dalam rekaman acara yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, tampak wajah Maduro kebingungan ketika terdengar suara dentuman, diduga berasal dari drone yang melintas di depannya.

Kemudian, anggota berseragam Garda Nasional segera berbaris membentuk parisai untuk melindungi Maduro sebelum siaran langsung terputus. Maduro dibawa ke tempat aman tanpa mengalami cedera sedikitpun.

Sebagai informasi, saat ini Venezuela tengah mengalami krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah, yang kemudian juga menyebabkan krisis politik di negara tersebut. Inflasi negara mengalami peningkatan drastis dan memicu kekerasan di kalangan masyarakat.

Maduro dianggap bertanggung jawab atas situasi di negara saat ini. Aksi unjuk rasa pun kerap pecah di berbagai wilayah Venezuela untuk menuntut pemerintah menyelesaikan krisis yang tengah terjadi.


Sumber Merdeka.comĀ 

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Pelangiran Turun ke Lahan, Tanam Jagung 1 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026
Polsek Mandah Koordinasi Bersama Masyarakat Desa Bente Dukung Program Swasembada Ketahanan Pangan
Polsek Tempuling Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan, Dukung Program Swasembada Pangan Polda Riau
Dukung Penataan Pasar dan Wajah Kota, Satpol PP Inhil Tertibkan Kios di Kawasan Eks Air Mancur dan Pasar Tengah
Bupati Inhil Minta Seluruh Elemen Masyarakat Konsisten Laksanakan Gerakan Jum'at Bersih
Meriahkan Milad Ke-61 Inhil, Bupati Herman Buka Bupati Cup 2026
komentar
beritaTerbaru