Jumat, 19 Juni 2026 WIB

Beredar Surat Dari Riau Dan Jambi Untuk Presiden RI

- Jumat, 04 September 2015 15:29 WIB
869 view
Beredar Surat Dari Riau Dan Jambi Untuk Presiden RI
PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Kondisi cuaca di provinsi Riau yang dalam beberapa hari terakhir ini  semakin memburuk akibat karhutla, telah membuat aktivitas masyarakat terganggu.  Sementara itu, agar kejadian ini tidak berlarut-larut, sempat tersiar broadcasting melalui bbm yang ditujukan untuk presiden RI.

Berikut isi broadcasting yang diterima redaksi pesisirnews.com.

"SURAT RIAU DAN JAMBI UNTUK INDONESIA"

Dear Yth. Presiden RI Joko Widodo

Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian Negara terhadap daerah.

Bapak mau kesini sekarang?
Bandara ditutup pak, lagipun tak ada anak sekolah yang menyambut bapak, sekolah diliburkan.Mau menempuh jalan darat?Bahaya Pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan Bapak dan Ibu Iriana.Biarkan saja seperti ini agar Riau dan Jambi menjadi lahan sawit dan bisa ditanam tanaman industri, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah SWT.

Bagi saudara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas do'a yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap dari Riau dan Jambi kalian jadi terganggu.Udara di Riau dan Jambi berstatus bahaya. Berita dari berbagai media katanya Pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yang bersih yang bisa di hirup.Pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami. Hari ini puncaknya 6 juta rakyat Riau dan 3 juta rakyat Jambi akan terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada kekisruhan internal ditubuh istana dari pada nasib rakyat Riau dan Jambi.Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara, begitu juga Jambi.Belum lagi usai Bencana Asap kami sudah dihadapkan lagi pada menurunnya hasil pertanian karet dan sawit yang ditambah harga penjualannya yang menurun drastis sampai titik terparah. 

Semoga Pemerintah Pusat dan Daerah bisa melihat sedikit bencana yang kami hadapi dan memberikan solusi jalan keluarnya.
 
Tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan tentang hal ini, terlalu sibuk dengan pemberitaan Kepentingan Pribadi dan Kelompok semata di dalam Istana.Kami hanya bisa berharap pada do'a, sebelum rakyat Riau dan Jambi mati perlahan disini. (***)

SHARE:
beritaTerkait
Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat  Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia
Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria
Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
komentar
beritaTerbaru