Jumat, 19 Juli 2024 WIB

Waspadai Penggunaan Pemanis Buatan dalam Makanan/Minuman Berbuka yang Anda Beli

- Kamis, 23 Maret 2023 10:39 WIB
577 view
Waspadai Penggunaan Pemanis Buatan dalam Makanan/Minuman Berbuka yang Anda Beli
Ilustrasi: Pemanis buatan. (Int)

(Pesisirnews.com) - Dianjurkan dalam ajaran Islam bagi orang yang berpuasa untuk berbuka dengan yang manis. Hasil studi juga menunjukkan bahwa asupan gula waktu berbuka akan memberikan energi dan memulihkan stamina orang yang seharian berpuasa dengan lebih cepat.

Sudah menjadi tren di Indonesia, pada bulan Ramadhan banyak bermunculan para penjual makanan dan minuman yang menggugah selera.

Namun, meski menarik minat Anda untuk membelinya, perlu diperhatikan pula faktor keamanan dari makanan dan minuman yang banyak dijajakan di berbagai tempat itu. Selain harus higienis, makanan/minuman yang Anda beli tersebut juga harus benar-benar bebas dari pemanis buatan, karena dampaknya yang dapat membahayakan kesehatan Anda dan keluarga.

Baca Juga:

Pedagang yang curang biasanya tidak akan segan-segan menggunakan “induk gula” karena lebih ekonomis dan menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan gula konvensional dalam sajian yang dibuatnya.

Sebab, dengan menggunakan pemanis buatan dengan jumlah sedikit dan harganya yang lebih murah dari gula konvensional, sudah dapat memberikan perasa manis terhadap makanan atau minuman yang dibuat dalam jumlah banyak.

Baca Juga:

Apa itu pemanis buatan dan dampaknya pada tubuh?

Pemanis buatan diketahui memberikan rasa manis yang lebih pekat pada makanan dan minuman. Pemanis buatan ini dibuat dengan beberapa cara pengolahan kimia. Pemanis buatan memiliki intensitas tinggi dan cenderung ratusan kali lebih manis daripada gula biasa.

Menurut sebuah penelitian yang dilansir dari laman Mayo Clinic, penggunaan pemanis buatan setiap hari dalam jangka panjang menunjukkan adanya kaitan dengan risiko stroke, penyakit jantung, dan kematian yang lebih tinggi secara keseluruhan.

[br]

Penggunaan pengganti gula (pemanis buatan) sebagai bahan tambahan pada makanan yang menduplikasi efek gula dalam rasa, menurut studi yang dimuat dilaman National Library of Medicine juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, tumor otak, kanker kandung kemih, dan banyak bahaya kesehatan lainnya.

“Seperti gula, pemanis buatan memberikan rasa manis, tetapi yang membedakannya adalah setelah dikonsumsi, pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah, dan mungkin memiliki efek stimulasi pada nafsu makan. Oleh karena itu, pemanis buatan dapat berperan dalam penambahan berat badan dan obesitas,” kata peneliti.

Beberapa jenis efek samping pemanis buatan terkait kesehatan termasuk karsinogenisitas juga dicatat pada manusia.

Pemanis buatan ini juga dapat membuat indra perasa Anda terbiasa dengan rasa manis. Dan itu bisa membuat Anda akan mengurangi minum air putih yang sangat diperlukan tubuh.

Untuk mencegah agar tubuh Anda dan keluarga tidak terkontaminasi zat kimia dari pemanis buatan yang dicampur ke dalam makanan atau minuman yang dibeli dari luar, maka membuat sajian berbuka dan sahur yang dimasak sendiri akan lebih aman bagi Anda dan keluarga.

Tetapi, jika Anda tidak sempat membuat hidangan sendiri, pastikan bahwa makanan dan minuman yang Anda beli itu bebas dari pemanis buatan.

Makanan seperti buah dan sayur, juga sangat baik dikonsumsi saat Anda berbuka dan sahur karena buah dan sayuran memiliki perpaduan nutrisi yang paling baik untuk tubuh.

(PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rambut Anda Rontok? Atasi dengan Mengonsumsi 8 Makanan Berikut Ini
Perairan Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Tinggi hingga 4 meter, Masyarakat Perlu Waspada
Partai Demokrat Waspada, Mohon Rakyat Ikut Memantau Intervensi Politik
4 Jenis Makanan yang Memengaruhi Kesehatan Sperma, Nomor 3 Paling Umum Dijumpai
Arkeolog Temukan Situs Kedai Minuman Berusia 5.000 Tahun di Irak Selatan
Kekurangan Dana, PBB akan Pangkas Bantuan Makanan bagi  Pengungsi Rohingya
komentar
beritaTerbaru