MEKAH, Pesisirnews.com - Ibadah umrah yang selama beberapa waktu dihentikan pelaksanaannya oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena pandemi Covid-19, secara bertahap kembali dibuka.
Dilansir Arab News, Senin (5/9/2020), rombongan pertama jemaah yang berasal dari penduduk lokal diizinkan memasuki Masjidil Haram mulai jam 6 pagi, Minggu (4/10/2020), setelah permohonan umrah melalui aplikasi Eatmarna disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menyediakan kuota 6.000 jemaah yang diperbolehkan melakukan umrah dalam sehari.
Baca Juga:
Kementerian Haji dan Umrah menyediakan lima lokasi khusus di Al-Gaza, Ajyad dan Al-Shasha bagi para jemaah yang didampingi tenaga medis profesional saat menuju Masjidil Haram menggunakan bus.
Kamera pemantau suhu ditempatkan di pintu masuk dan ruang dalam Masjidil Haram untuk memantau peningkatan suhu tubuh. Petugas sewaktu-waktu dapat mengambil tindakan yang diperlukan terhadap jemaah yang kondisinya terpantau mencurigakan.
Baca Juga:
Pemerintah Arab Saudi telah melatih sekitar 1.000 petugas kesehatan untuk memantau pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram.
Tenaga kebersihan juga disiapkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak 10 kali dalam sehari.
[br]
Selain pemeriksaan suhu tubuh, beberapa langkah pencegahan diambil, diantaranya penggunaan masker, pemeriksaan fisik dan penetapan jalur khusus bagi jemaah umrah.
Sistem pendingin udara juga dilengkapi dengan teknologi pembersih ultraviolet dengan jadwal pembersihan penyaringan udara sebanyak sembilan kali sehari.
Presiden Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Dr Abdulrahman Al-Sudais menyampaikan bahwa jemaah juga diizinkan berziarah ke Raudhah yang terletak di dalam Masjid Nabawi atas izin Raja Arab Saudi, Raja Salman.
Sedangkan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Abdulfattah bin Sulaiman Mashat berkata, keputusan membuka kembali Masjidil Haram untuk ibadah umrah telah menggembirakan umat Islam di Arab Saudi dan seluruh dunia.
“Kebijakan ini merupakan hasil kerjasama dan koordinasi semua pihak berwajib berkaitan haji dan umrah,†ujarnya.
Berdasarkan statistik rasmi Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 108.041 izin telah dikeluarkan untuk calon jemaah umrah sejak peluncuran aplikasi Eatmarna pada 27 September hingga 1 Oktober lalu.
Sejak diluncurkan, tercatat sebanyak 42.873 izin diberikan untuk warga tempatan. Sementara 65.168 izin telah diberikan untuk para ekspatriat yang ingin melaksanakan ibadah umrah.
Sumber: arabnews.com