Minggu, 19 April 2026 WIB

Iran Klaim Berhasil Kembangkan Rudal Hipersonik Berdaya Jangkau 1.650 Km

- Sabtu, 25 Februari 2023 16:51 WIB
831 view
Iran Klaim Berhasil Kembangkan Rudal Hipersonik Berdaya Jangkau 1.650 Km
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri dan Komandan AU IRGC Amir Ali Hajizadeh meresmikan rudal "Kheibarshekan" di lokasi yang dirahasiakan di Iran. (Reuters)

TEHERAN (Pesisirnews.com) - Iran mengaku telah berhasil mengembangkan rudal jelajah dengan jangkauan 1.650 km (1.025 mil), kata seorang komandan Pengawal Revolusi pada hari Jumat.

Langkah tersebut kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran Barat setelah penggunaan drone Iran oleh Rusia dalam perang Ukraina, lapor Reuters.

Secara terpisah, Amir Ali Hajizadeh, kepala pasukan kedirgantaraan Pengawal Revolusi, juga berbicara tentang ancaman Iran yang sering diulang untuk membalas pembunuhan AS terhadap seorang komandan Iran, Soleimani, yang terbunuh oleh serangan drone tahun lalu.

Baca Juga:

Para pemimpin Iran sering bersumpah dengan tegas untuk membalas dendam atas kematian Soleimani.

"Kami ingin membunuh (mantan Presiden AS Donald) Trump. Rudal jelajah kami dengan jangkauan 1.650 km telah ditambahkan ke gudang rudal Republik Islam Iran,” kata Hajizadeh kepada TV pemerintah.

Baca Juga:

Televisi menyiarkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman pertama yang menunjukkan rudal jelajah Paveh yang baru.

Hajizadeh mengatakan Iran tidak berniat untuk membunuh "tentara malang" ketika melancarkan serangan rudal balistik terhadap pasukan pimpinan AS di Irak beberapa hari setelah komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2020 di Baghdad.

"Insya Allah, kami ingin membunuh Trump. (Mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo, dan komandan militer yang mengeluarkan perintah (untuk membunuh Soleimani) harus dibunuh," kata Hajizadeh dalam wawancara televisi.

[br]

Iran telah memperluas program misilnya, terutama misil balistiknya, yang ditentang Amerika Serikat dan ekspresi keprihatinan dari negara-negara Eropa.

Teheran mengatakan program itu murni defensif dan bersifat pencegahan.

Iran mengatakan telah memasok Moskow dengan drone sebelum perang di Ukraina. Rusia telah menggunakan drone untuk menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur sipil.

Sebelumnya, Pentagon mengatakan Amerika Serikat skeptis terhadap laporan yang mengutip Hajizadeh yang mengatakan Iran telah berhasil mengembangkan rudal balistik hipersonik. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tutupi Dugaan Pelesiran Dirut PLN Bersama Keluarga ke Australia, Ketum IWO Minta PLN Jangan Lakukan Pembohongan Publik
Perairan Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Tinggi hingga 4 meter, Masyarakat Perlu Waspada
Jaksa Tuntut Mantan Kapolres Bukittinggi 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar
Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan
Sukses Pulihkan Hubungan Iran-Arab Saudi, China Imbangi Pengaruh AS dalam Kancah Global
China Sukses Jembatani Pemulihan Hubungan Bilateral antara Iran dan Arab Saudi
komentar
beritaTerbaru