Selasa, 15 September 2026 WIB

Melihat Suasana Tahun ke-3 Kebebasan Perayaan Natal di Arab Saudi

- Kamis, 22 Desember 2022 08:57 WIB
1.514 view
Melihat Suasana Tahun ke-3 Kebebasan Perayaan Natal di Arab Saudi
Salah satu toko di Arab Saudi yang menjual pernak-pernik Natal. (AFP)

RIYADH (Pesisirnews.com) - Tahun 2022 merupakan tahun ke-3 kebebasan merayakan Natal di Arab Saudi. Perayaan Natal yang dulunya hanya boleh dilakukan secara tertutup kini bisa dirayakan secara lebih terbuka setelah undang-undang terkait dekorasi Natal di muka umum diubah kerajaan pada tahun 2020.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis, sekarang pedagang bisa memajang pernak-pernik natal di etalase toko mereka untuk dijual, dan penduduk bisa memajang dekorasi keagamaan untuk memeriahkan hari raya Natal di rumahnya masing-masing.

“Ini mengingatkan saya pada London dan salju. Saya mendapatkan gingerbread latte dan teman saya mendapatkan hot chocolate dengan s'mores," kata Hatoon, penduduk ekspatriat Arab Saudi yang sedang menikmati minuman di salah satu toko di Jeddah kepada Bloomberg.

Baca Juga:

"Koleksi musim dinginnya beludru dan sangat bertema Natal, mengingatkan saya pada Natal di Inggris,” tambahnya.

Di masa lalu, perayaan non-Muslim tidak diakui secara publik di kerajaan tersebut. Tetapi segera setelah Visi Putra Mahkota Mohammed bin Salman 2030 diumumkan, festival keagamaan dan lainnya boleh dirayakan.

Baca Juga:

“Saya telah berada di sini selama delapan tahun dan saya telah melihat negara berkembang menjadi sesuatu yang membuatnya lebih disukai oleh ekspatriat,” kata Myka Monasterial, seorang perawat terdaftar.

Di masa lalu, Ms Monasterial akan bertukar hadiah, menyanyikan lagu-lagu Natal dan menggantung dekorasi Natal di rumahnya. Dulu, seringkali sulit menemukan ornamen perayaan Natal yang dijual bebas.

“Tapi baru dua tahun yang lalu, saya sangat senang menyaksikan dekorasi Natal pertama dipasang di pusat perbelanjaan di Jeddah,” ujarnya.

“Ini memberi saya kegembiraan dan harapan untuk menjadi bagian dari langkah negara untuk menjadi lebih terbuka dan mengakui tradisi dan budaya lain.”

[br]

Dengan pembubaran polisi moral, Arab Saudi telah mendorong koeksistensi, penerimaan, dan asimilasi berbagai budaya dalam masyarakat, sehingga pengunjung dan ekspatriat kini lebih leluasa dalam merayakan hari besar keagamaannya.

“Kami merayakan Natal bersama tetangga saya dan teman-teman Saudi setiap tahun,” kata Simone Isabella, warga negara Italia yang tinggal di Jeddah.

Saat memasuki perayaan Natal, kafe dan restoran telah berubah menjadi negeri ajaib musim dingin, dengan dekorasi dan ornamen yang dipajang.

Raksasa ritel Starbucks juga menawarkan minuman liburan musiman dalam cangkir bertema liburan dan toko roti artisanal Prancis Paul Cafe telah menjual kue berbentuk kayu yule dan bertema Natal.

“Beberapa toko dan sekolah lokal kami juga merayakan Natal,” kata Rana Sabbah, seorang umat Kristiani asal Lebanon yang tinggal di Jeddah. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ubah Citra Ultra-Konservatif, Arab Saudi akan Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa
Wajib Diketahui Calon Pekerja Migran Indonesia: Arab Saudi Berlakukan Tes sebelum Berikan Visa
Banjir Bandang Terjang Wilayah Selatan Arab Saudi, 4 Orang Anak Jadi Korban
Sukses Pulihkan Hubungan Iran-Arab Saudi, China Imbangi Pengaruh AS dalam Kancah Global
China Sukses Jembatani Pemulihan Hubungan Bilateral antara Iran dan Arab Saudi
Model Arab Saudi dan Palestina Tampil Memukau di Milan Fashion Week
komentar
beritaTerbaru