Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Ini Penyebab Kasus Flu Burung Mengalami Trend Peningkatan

- Senin, 16 Mei 2016 19:06 WIB
711 view
Ini Penyebab Kasus Flu Burung Mengalami Trend Peningkatan
foto : jpnn
Kasus Flu Burung Mengalami Peningkatan di Tahun 2016
PESISIRNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian tengah memperhatiakan kasus flu burung (vian influenza/AI) yang terjadi di Indonesia, hal itu ditengarai pada tahun 2016 ini kasus flu burung mengalami ytend peningkatan dari sebelumnya.
Flu burung merupakan jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh unggas kepada manusia. Jenis virus influensa tipe A ini diketahui bisa menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, hingga manusia.

Setelah seseorang tertular, virus yang masuk ke tubuh akan berinkubasi selama tiga hingga tujuh hari sebelum menimbulkan gejala. Daya tahan tubuh yang rendah, membuat anak-anak menjadi yang paling rentan tertular penyakit ini. Umumnya, penderita flu burung akan mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, gangguan pernapasan, diare, pendarahan gusi, pendarahan hidung dan nyeri dada.

Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, drh I Ketut Diarmita mengungkapkan, pada tahun 2015 tercatat 123 kasus flu burung. Sementara tahun 2016, terjadi 148 kasus flu burung yang terjadi pada unggas.

"Kalau dilihat datanya memang kasus flu burung pada unggas tahun 2016 lebih banyak daripada tahun sebelumnya," papar Ketut saat jumpa pers di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (16/5/2016) dilansir dari laman sindonews.com.

Ketut menjelaskan, meningkatnya kasus flu burung disebabkan oleh adanya perubahan cuaca El Nino yang terjadi di wilayah Indonesia.

Menurutnya El Nino telah membuat beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan dan disertai beberapa hari hujan deras. Akibatnya, hal ini pun menyebabkan daya tahan tubuh unggas melemah sehingga lebih mudah terserang infeksi flu burung.

Selain itu, penyebab utama meningkatnya kasus flu burung tahun ini juga karena adanya virus baru yang sudah kebal dengan vaksinasi. Ketut menilai, kurangnya perhatian atau kewaspadaan peternak dengan ancaman flu burung membuat kasus ini kembali meningkat.

Dalam hal ini seharusnya peternak lebih waspada dalam mengamankan unggasnya dengan melakukan vaksinasi. "Indonesia mengalami trend penurunan kasus flu burung sejak tahun 2010. Jadi karena dinilai turun, nggak divaksinasi lagi, atau penerapan biosekurutinya lemah. Akhirnya kasusnya naik lagi," tuturnya. (BS)


SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru