Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
Jamin Kesediaan Pangan

DisperindagkopUKM Meranti Minta Kelonggaran BC dan Polres

- Sabtu, 13 Juni 2015 19:57 WIB
511 view
DisperindagkopUKM Meranti Minta Kelonggaran BC dan Polres
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Terkait kesediaan stok bahan pangan jelang Ramadhan di Kepulauan Meranti, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) mengharapkan kepada pihak terkait untuk memberikan kelonggaran terhadap pemasokan bahan pangan yang masuk ke Meranti.

"Selama ini  barang yang dimasukan ke wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti ada yang termasuk dalam barang selundupan. Tapi ia meminta kelonggaran kepada pihak terkait, dalam menghadapi ramadhan, kebutuhan masyarakat akan bahan pangan meningkat. Selama ini pemasok barang kerap kali harus kucing-kucingan dengan petugas pengawasan perdagangan barang yang masuk," kata Kepala Disperindagkop-UKM, Syamsuar Ramli, beberapa waktu lalu. 

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Mapolres Kepulauan Meranti dalam hal ini, namun Syamsuar menyayangkan hal ini tidak dilanjutkan ke Provinsi. Ia juga mengetahui, sesuai aturan Kepabeanan, aktivitas perdagangan di Tanjung Balai Karimun merupakan kawasan Tri Freezon yang notabene barang-barang tersebut tidak dibenarkan keluar dari wilayah tersebut. Namun ia mengharapkan sepanjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mungkin saja barang tersebut bisa dimasukan ke Meranti.

Dengan adanya batasan tersebut, Lanjut Saymsuar, kebutuhan bahan pangan untuk Meranti saat ini didatangkan dari pulau Jawa. Namun hal itu sangat memberatkan masyarakat. Pasalnya, perbandingan harga cukup tinggi jika dibandingkan dari negara tetangga.

"Jangkauan perdagangan lebih dekat dan lebih cepat dari Tanjung Balai daripada bahan pangan yang didatangkan dari Jawa," ujarnya.

Terpisah, Kasi Penindakan dan Pengawasan Bea Cukai Selatpanjang, Hasanuddin mengungkapkan, pengawasan perdagangan impor di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti sudah dilakukan sesuai Perundang-undangan dan aturan Kepabeanan RI. Untuk pasokan bahan pangan jelang Ramadhan, Hasanuddin menjelaskan toleransi masuknya bahan pangan tersebut sudah diberikan bersifat sementara. Meski demikian, imbuh Hasnuddin, barang larangan terbatas (Latas) tetap harus diawasi.

"Tidak benar kalau kita tidak memberikan toleransi terhadap barang pangan yang masuk ke Meranti," pungkasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP. Z Pandra Arsyad masih memahami permasalahan tersebut. Menurutnya perlu dilakukan diskusi antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), "Didalam rapat tersebut jelas dimana persoalannya. Dengan demikian semua pihak terkait bisa mencari solusinya," pungkasnya. (Adi)

SHARE:
beritaTerkait
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, mesti sejalan dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Wakil Bupati Inhil Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 88 PNS
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Bupati Herman Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Inhil dan Lapas Tembilahan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
komentar
beritaTerbaru