Senin, 22 Juli 2024 WIB

Pentagon Tawarkan Kontrak Senilai Rp 140,3 Triliun ke Amazon, Microsoft, Google dan Oracle

- Jumat, 09 Desember 2022 09:03 WIB
765 view
Pentagon Tawarkan Kontrak Senilai Rp 140,3 Triliun ke Amazon, Microsoft, Google dan Oracle
Ilustrasi: Markas Pentagon di Washington. (Int)

WASHINGTON (Pesisirnews.com) - Semua raksasa Cloud seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Oracle diundang untuk menawar kontrak Joint Warfighting Cloud Capability (JWCC) Cloud dengan total nilai proyek mencapai $ 9 miliar atau sekitar Rp 140,3 Triliun.

JWCC akan memungkinkan pemilik misi memperoleh penawaran cloud komersial resmi secara langsung dari penerima kontrak Penyedia Layanan Cloud.

“Tidak ada dana yang diwajibkan pada saat pemberian; dana akan diwajibkan pada pesanan individu saat dikeluarkan. Tujuan dari kontrak ini adalah untuk menyediakan layanan cloud yang tersedia secara global bagi Departemen Pertahanan di seluruh perusahaan di semua domain keamanan dan tingkat klasifikasi, dari tingkat strategis hingga keunggulan taktis,” kata Pentagon dikutip Reuters dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Baca Juga:

Setelah menyaksikan perang sengit atas kontrak komputasi Cloud JEDI (Joint Enterprise Defense Infrastructure) senilai $ 10 miliar, Pentagon tahun lalu mengumumkan inisiatif cloud baru yang menggantikan kontrak JEDI yang gagal.

Pentagon harus membatalkan kontrak JEDI senilai $ 10 miliar yang diberikan kepada Microsoft pada tahun 2019, membuat Amazon favorit tersingkir selama pemerintahan Donald Trump.

Baca Juga:

Semua raksasa Cloud seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Oracle diundang untuk menawar kontrak JWCC Cloud.

[br]

Kontrak JEDI dimaksudkan untuk memodernisasi operasi IT Pentagon untuk layanan yang diberikan selama 10 tahun.

Setelah Microsoft mendapatkan kontrak selama satu dekade pada Oktober 2019, di mana Amazon Web Services (AWS) telah mengajukan protes penawaran langsung ke DoD, yang menentang keputusan tersebut.

Amazon percaya bahwa proses evaluasi ulang sangat cacat, dan tunduk pada tekanan yang tidak semestinya dari mantan Presiden AS Donald Trump. (PNC)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pengadilan AS Perintahkan Penyelidikan Seorang Pria yang Bocorkan Informasi Sangat Rahasia
Kabar Gembira, Bupati Inhil Instruksikan BKAD Cairkan Hak ASN, Guru Kontrak Provinsi dan Perangkat Desa
CEO TikTok Jawab Tudingan Parlemen AS mengenai Bahaya TikTok bagi Kemanan Nasional
Pemerintah AS Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp 9,4 Triliun ke Taiwan
AS Minta Rusia Perpanjang Perjanjian Ekspor Biji-bijian Ukraina yang Berakhir 18 Maret
Google Dikecam karena PHK Karyawan Lewat Pesan di LinkedIn
komentar
beritaTerbaru