Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Singapura Sukses Sajikan Daging Ayam Buatan Laboratorium Pertama yang Dikonsumsi Manusia

- Minggu, 20 Desember 2020 15:43 WIB
1.026 view
Singapura Sukses Sajikan Daging Ayam Buatan Laboratorium Pertama yang Dikonsumsi Manusia
Ilustrasi: (Int)

SINGAPURA, Pesisirnews.com - Singapura berhasil mengukir sejarah dimana untuk pertama kalinya daging ayam sintetis yang diproduksi di laboratorium disajikan di restoran Singapura.

Dilansir AFP, Minggu (20/12/2020), produsen berharap ayam sintetis dapat mengurangi dampak konsumsi daging terhadap lingkungan dunia.

Startup Eat Just yang memproduksi daging ayam sintetis itu mengungkapkan pada awal Desember, Food Security Agency di Singapura telah mengesahkan penjualan potongan ayam sintetis yang dibuat di laboratorium yang berasal dari sel hewan.

Baca Juga:

Perusahaan itu mengumumkan pada Rabu (9/12) lalu, bahwa penjualan komersial pertama daging ayam sintetis ini dilakukan di restoran "1880" yang terletak di kawasan elit Singapura.

Restoran ini menyajikan daging ayam buatan laboratorium untuk pertama kali kepada remaja berusia antara empat belas dan delapan belas tahun. Mereka diundang secara khusus karena "komitmen mereka untuk memperbaiki keadaan planet ini".

Baca Juga:

Pendiri restoran Mark Nicholson mengatakan, “menyajikan daging ayam buatan ini merupakan bagian dari penyelamatan lingkungan di masa depan”.

[br]

Adapun pendiri "Eat Just", Josh Tetrick mengatakan bahwa langkah ini mewakili kemajuan "menuju dunia di mana sebagian besar daging yang akan dimakan orang tidak memerlukan penghapusan hutan, perpindahan habitat hewan, atau penggunaan antibiotik."

Perusahaan mengindikasikan bahwa konsumsi daging global diperkirakan akan meningkat 70% pada tahun 2050, dan daging sintetis buatan laboratorium dapat membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Menurut para ilmuwan pembuatan daging sintetis akan berperan dalam menjaga perubahan iklim karena pemeliharaan ternak yang intensif untuk keperluan konsumsi daging merupakan sumber metana, gas yang memperburuk efek rumah kaca. Di beberapa negara, seperti Brazil, sektor ini menyebabkan deforestasi.

Selain itu, permintaan akan alternatif makanan semakin meningkat, tetapi produk yang tersedia saat ini masih didasarkan pada bahan tanaman.

Dijelaskan pula bahwa lusinan perusahaan rintisan juga sedang mengerjakan proyek daging sintetis di seluruh dunia, tetapi produksinya masih dalam tahap uji coba.

Sumber: (AFP)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Penemuan Kerangka Manusia di Desa Sungai Asam, Polsek Reteh Lakukan Evakuasi
Berapa Banyak Jumlah Manusia yang Pekerjaanya Dapat Digantikan oleh AI?
Khawatir Makin Berbahaya, Elon Musk dan 1000 Pemimpin Bisnis Minta Teknologi AI Diperlambat
AI Proyeksikan Orang yang Bakal Jadi Perdana Menteri Singapura pada Tahun 2050
Waspadai Penggunaan Pemanis Buatan dalam Makanan/Minuman Berbuka yang Anda Beli
Grab Singapura akan Luncurkan AudioProtect untuk Melindungi Pengemudi dan Pengguna
komentar
beritaTerbaru