Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Pihak Swalayan Sepakat Terima Produk UMKM

- Kamis, 03 Maret 2016 22:22 WIB
476 view
Pihak Swalayan Sepakat Terima Produk UMKM
Rahmad
DisperindagkopUKM Kepulauan Meranti saat melakukan mediasi dengan mempertemukan pemilik swalayan dengan pelaku UMKM

SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Akhirnya sejumlah pihak swalayan dan minimarket di kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti sepakat menerima produk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM). Kesepakatan tersebut pasca pihak swalayan dipanggil rapat kecil oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKopUKM) Kepulauan Meranti.


Sebelumnya, pihak swalayan terkesan menolak titipan atau tidak mau menjual produk olahan UMKM. Namun, akhirnya pihak Disperindag pun melakukan pemanggilan terhadap pihak swalayan.

Baca Juga:


Kepala DisperindagKopUKM Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli mengatakan, pihaknya telah berupaya menekankan agar pihak swalayan untuk menerima titipan produk olahan UMKM. Namun setelah dilakukan beberapa penjajakan, akhirnya pihak swalayan pun bersedia untuk menempatkan produk olahan UMKM di etalase toko mereka.

Baca Juga:


"Setelah di lakukan mediasi antara pelaku UMKM dan pemilik swalayan, akhirnya dibuat kesepakatan dimana pihak swalayan bersedia menerima dan menyediakan tempat khusus produk UMKM. Tapi dengan syarat produk yang tidak laku bisa di kembalikan," kata Syamsuar, Kamis (3/3/16).


Dijelaskannya juga, upaya yang dilakukan ini guna untuk menghadapi MEA dengan memberdayakan produk lokal. Karena saat ini produk luar bebas memasuki Indonesia yang di khawatirkan bisa menyingkirkan produk dalam negeri.


"Jika kita tidak mencintai produk lokal, bisa jadi banyak pengusaha kita yang gulung tikar. Padahal, peluang produk lokal untuk bisa tembus ke pasar swalayan sangat besar. Hanya saja, sayangnya belum seluruh produk lokal yang sudah berkembang mampu tembus ke pasar modern," kata Syamsuar.

"Penyebabnya beragam, bisa jadi karena masih belum tersosialisasi dengan baik dan kemasannya. Kalau untuk citarasa produk kita tidak kalah jauh," tambah Syamsuar lagi.

Ia menilai hal itu sudah merupakan senjata ampuh dalam menghadapi MEA. Namun, menurutnya tidak cukup sampai di situ saja, karena para pekerja pun harus meningkatkan kualitas yang baik dari sisi produk dan pekerjaannya.

Dengan meningkatkan kualitas dan etos kerja maka pelaku usaha dalam negeri siap bersaing dengan pelaku usaha dari luar. Selain itu perlu sinergisitas antara pekerja dan pengusaha agar hal tersebut bisa terwujudkan.

“Peluang sudah diciptakan agar produk lokal bersaing, namun harus dengan perbaikan kualitas. Misalnya, dalam pengemasan produk dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi hal itu kami sudah memberikan pelatihan, baik dari mutu dan seluruh perizinan seperti juga label halal, ” sebut Syamsuar. (mad)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tutup UMKM Expo Inhil 2025, Bupati Herman Ajak Pelaku Usaha Terus Berkarya
Inhil Perkuat Koperasi dan UMKM Melalui Pembinaan Terpadu Tahun 2025
Polemik Pemindahan UMKM, H. Kemal Rafsanjani S.H.,M.H : Jalan Hangtuah Harus Tetap Hidup dan Menjadi Ikon
Hanya Rp5 Ribu Naik Pompong, Warga Seberang Tembilahan Sambut Hangat Wisata Kuliner Tembilahan
Pelaku UMKM dan Warga Tembilahan Apresiasi Bupati H. Herman: Kota Semakin Hidup, Ekonomi Bergerak
UNISI Dorong Digitalisasi UMKM Kelapa di Indragiri Hilir*
komentar
beritaTerbaru