Kantor Perpustakaan dan Arsip di Meranti Sepi Pengunjung
- Kamis, 28 Mei 2015 22:00 WIB
475 view
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Keberadaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kepulauan Meranti, Selatpanjang belum mampu mendongkrak minta baca. Dari target pengunjung perpustakaan mencapai 100 orang per harinya, namun jumlah pengunjung yang datang tidak lebih dari 20 orang.
Kondisi ini menunjukkan tingkat minat baca di Kepulauan Meranti, khususnya Kota Selatpanjang masih relatif rendah.
Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca anak Indonesia sebesar 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu saja yang memiliki minat baca.
Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti, Syamsuddin, mengatakan bahwa penyebab rendahnya minat baca, terutama di kalangan pelajar, karena kurangnya kepedulian mereka untuk lebih dekat dengan buku. Selain itu, diakui pula, ini merupakan dampak dari kemajuan teknologi yang sudah menyeluruh.
"Sekarang orang-orang mencari informasi itu banyak melalui internet karena lebih cepat dan praktis," ujar Syamsuddin, Rabu (27/5/2015) kemarin.
Dengan begitu, lanjut dia, keberadaan perpustakaan semakin dilupakan dan berdampak pada jumlah pengunjung perpustakaan yang semakin menurun, "Padahal jika sering berkunjung ke perpustakaan akan banyak ilmu yang diperoleh, karena banyak buku yang bisa dibaca secara langsung dan lengkap," tuturnya.
Tidak hanya itu, Pihak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kepulauan Meranti sendiri juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah rendahnya minat baca, seperti memberikan penyuluhan dengan mendatangi setiap sekolah, desa, dan kelurahan yang ada di pelosok Meranti.
"Biasanya penyuluhan tersebut dilakukan dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling, serta mengadakan lomba minat baca daerah antar kecamatan dan kabupaten, lomba yang diadakan tersebut seperti mendongeng tanpa buku bagi siswa-siswi tingkat SD dan SLTP," terang Syamsuddin.
Ia juga menambahkan, Kami telah mengupayakan agar minat baca masyarakat meningkat dengan menghibahkan sejumlah buku ke setiap desa, saat ini sudah 35 desa kami salurkan buku untuk ditempatkan di setiap masing-masing perpustakaan desa dengan jumlah 200-300 buku perdesanya, dan mengoptimalkan pelayanan mobil perpustakaan keliling ke setiap sekolah dan desa di Pulau Tebingtinggi.
Untuk diketahui, Saat ini Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 10 jenis buku mulai dari 000 sampai dengan 900, dan baru sekitar 11.412 buah buku atau sekitar 75 persen yang diinput ke database perpustakaan nasional. (Adi)