Rabu, 24 Juni 2026 WIB

Ratusan Warga Teluk Lecah Masyarakat Menghadiri "Mandi Safar', Tradisi Tolak Bala

- Kamis, 24 Oktober 2019 15:07 WIB
413 view
Ratusan Warga Teluk Lecah Masyarakat Menghadiri "Mandi Safar', Tradisi Tolak Bala
Bhabimkantimas Desa Teluk Lecah Br
TELUK LECAH– Ratusan masyarakat di Desa Teluk Lecahi, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menggelar tradisi mandi di bulan Safar tahun 1441 hijriah /2019 M sebagai ritual tolak bala dan penyakit, Rabu pagi (23/10).

Ritual itu selalu dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Budaya itu sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Ritual mandi Safar sudah dilaksanakan turun-temurun dan diyakini bisa menghilangkan penyakit dan penolak

"Mandi Safar adalah tradisi dan bukan merupakan syariat. Tapi ini adalah kebiasaan orang terdahulu yang berpedoman pada tuntunan agama," jelas Jamal Tokoh masyarakat Desa Teluk Lecah, dan imam wilayah yang memimpin ritual mandi Safar.

Menurut M.Jamal ritual itu setiap tahun dilakukan oleh masyarakat Rupat, khususnya di Desa Teluk lecah. Mereka meyakini, dengan ritual mandi tersebut bisa menghilangkan berbagai macam penyakit yang dialami warga. Juga sebagai doa untuk penolak bala.

"Mandi Safar ini sejak nenek moyang kita dulu sudah dilaksanakan. Dulu itu, orang kampung sering sakit-sakitan, dan tiba pada hari rabu diakhir bulan Safar, mereka mandi dan itu ada niatnya. Alhamdulillah dengan izin Allah, semua penyakit itu bisa sembuh

"Hingga kini masih dipertahankan karena merupakan perekat antar masyarakat muslim yang ada di Desa Teluk lecah," ujarnya. Jamal

PJ Desa Teluk lecah Agafri .SE , mengungkapkan, ritual mandi Safar juga sebagai rasa syukur untuk mengharapkan berkah dari Maha Kuasa. Mandi Safar ungkap Agafri, merupakan momen yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Ritual tersebut hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

"Masyarakat Desa Teluk lecah perlu menjaga kelestarian budaya kita. Karena tradisi ini sudah sejak dulu dilaksanakan di desa Teluk Lecah. Ini juga bisa menjadi edukasi bagi anak-anak kita kedepan, untuk selalu mempertahankan tradisi nenek moyang," tutup
[MGID]
Lanjut beliau berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan yang bersifat menyatukan masyarakat, mempertahankan adat dan budaya.

"Sudah banyak adat dan budaya yang perlahan hilang di telan waktu, tapi kita warga desa teluk lecah masih dan akan tetep melestarikannya. saya dukung sepenuhnya untuk kegiatan – kegiatan seperti ini demi mempertahankan budaya leluhur kita". Ungkap Agafri

Acara berlangsung meriah, masyarakat antusias ikut serta dalam memeriahkan acara pesta Budaya Mandi Safar yang setiap tahunnya diadakan.Selain dihadiri PJ Desa Teluk lecah Agafri Turut hadir Kades Sri tanjung Abdul malik S.Pd.Bhabimkantimas Brigadir angga bayu pratama Ketua LAMR Desa teluk lecah .Kadus dan RW/RT se.Desa Teluk Lecah serta ratusan pengunjung

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tim Supervisi Polda Riau Laksanakan Asistensi Tata Kelola Dapur SPPG Polres Inhil
Jelang MTQ Ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Kafilah Daerah
Road to RBR 2026: Kapolda Riau Ajak Berlari Lawan Karhutla dan Jaga Ekosistem
Soroti Video Viral Anak di Inhil, Ketua PW-IWO Riau Ingatkan Pentingnya Perlindungan Identitas Anak
Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana
Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
komentar
beritaTerbaru