Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Mengajarkan empati kepada anak sangat penting, karena dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi deng
Artikel

Diana kerap memamerkan foto dirinya mengenakan seragam petugas keamanan di akun instagramnya.
Foto-fotonya tersebut ia posting di akun @anggraeniza yang memiliki sembilan ribu pengikut, dia beberapa kali mengunggah foto berpose bak seorang model mengenakan seragam petugas keamanan berwarna putih dan celana biru.
Baca Juga:
Siapa sangka Diana Angraeni ternyata memang menyukai profesi yang berhubungan dengan militer, hingga hal tersebut membuatnya bertekad mengikuti rangkaian tes untuk menjadi seorang anggota TNI dan juga Polwan.
Namun ia belum beruntung, semua rangkaian tes yang diikutinya belum membuahkan hasil, ia gagal menjadi seorang anggota TNI, ataupun Polwan.
Baca Juga:
Berikut curahan hati satpam cantik Diana Anggraeni:
1. Satu Bulan Bekerja Sebagai Satpam, Pernah Dihampiri Ibu Hamil
Diani rupanya sudah bekerja sebagai perempuan petugas keamanan sejak sebulan yang lalu.
Selama satu bulan itu banyak pengalaman unik yang dia dapat.
"Saat saya di kantin, saat istirahat. Saya pernah diperhatikan terus menerus oleh seorang perempuan pekerja di pabrik itu. Lama-lama, perempuan itu menghampiri," kata Diana.
Saat perempuan itu menghampiri, lanjutnya, baru diketahui jika perempuan itu sedang hamil.
"Ternyata perempuan itu meminta izin buat megang hidung sama dagu saya. Katanya, "teh saya ingin anak saya mirip seperti teteh kalau lahir nanti, cantik"," kata Diana.
2. Sering Diminta Foto Bersama Saat Bekerja
Selain pengalaman unik dihampiri ibu hamil, ujar Diana, dia pun sering diminta untuk berfoto bersama.
Namun, tawaran untuk berfoto bersama itu jarang dia sanggupi.
"Karena di dalam pabrik kan memang nggak boleh sembarangan foto. Foto itu harus pakai kamera perusahaan yang diizinkan. Jadi saya kasih tahu, "bu kalau mau foto nanti di luar saja ya"," kata Diana.
3. Bersyukur Tidak Pernah Mendapatkan Pengalaman yang Tak Menyenangkan
Perempuan yang sedang mengambil cuti kuliah di sebuah kampus keguruan di Subang ini pun mengaku bersyukur tidak pernah mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan.
"Aku kuliah dari tahun 2013. Ini sedang cuti sebelum mengerjakan skripsi. Jadi, ini pengalaman saya pertama bekerja. Intinya, kita harus pandai menempatkan diri dan pandai-pandai bersosialisasi. Walaupun kerja shif kedua sampe jam setengah 10 malam, saya belum pernah mendapatkan pengalaman yang kurang enak," kata Diana.
4. Alasan Menjadi Petugas Keamanan
Bukan tanpa alasan Diana memilih untuk menjalani pekerjaan yang selama ini sering diidentikkan sebagai ranah pekerjaan seorang laki-laki itu.
"Saya memang suka hal-hal yang bersifat militer," ujarnya.
Kesukaannya itu, lanjut Diana, kemungkinan diturunkan dari sosok ayah kandungnya yang juga mengabdi di TNI Angkatan Darat.
Diana bercerita, sejak kecil dia terkenal 'tomboy'.
"Waktu SD saya suka main kelereng dengan teman-teman cowok. Bahkan, sejak kelas lima SD, saya sudah ikut karate," ujar perempuan yang sudah menyandang sabuk hitam bela diri karate ini.
Kemudian, saat memilih sekolah tingkat atas pun, Diana lebih memilih untuk masuk ke SMK ketimbang ke SMA.
Alasannya, karena di sekolah itu ada pendidikan awal yang bersifat semi-militer.
5. Sempat Ikut Tes TNI dan Polri
Lulus dari SMK, tahun 2014, Diana akhirnya memutuskan untuk masuk ke sebuah sekolah tinggi keguruan di Subang.
"Karena saya memang suka hal-hal bersifat militer. Akhirnya saya memutuskan ikut tes Polwan pas semester dua kuliah, pertengahan tahun 2014. Tapi gugur di tes awal," ujarnya.
Kemudian, akhir tahun 2014, dia mencoba mengikuti tes menjadi personel TNI.
"Tahun 2014 akhir saya ikut tes Korps Wanita Angkatan Darat atau di singkat Kowad. Sudah sampai Jakarta, tahap akhir. Tapi gagal lagi," ujar Diana.
Gagal di tes Polwan dan TNI AD, dia tetap tak patah semangat.
Karena parasnya yang menarik dan kemampuannya yang baik, Diana terpilih menjadi Putri Dirgantara 2016 Lanud Suryadarma, Subang.
"Tahun 2017 awal itu kan masih masa jabatan saya sebagai Putri Dirgantara. Terus, saya ditelepon sama salah satu pembimbing saya di Lanud. Katanya, TNI AU sedang buka penerimaan. Saya ikut. Sudah sampe tes di Solo. Tapi gagal lagi," ujarnya.
Dia gagal dalam tiga tes itu karena berbagai alasan, sebuah di antaranya karena alasan kesehatan.
6. Penyandang Sabuk Hitam Bela Diri Karate
Diana mengaku telah menyandang sabuk hitam bela diri karate.
Dia mengatakan sudah dari kelas lima SD berlatih bela diri asal Jepang itu.
"Alasan ikut karate karena memang saya 'tomboy', ingin bisa menjaga diri sendiri, dan menolong orang lain jika dibutuhkan," katanya.
Selama bertahun-tahun belajar karate, dia mengaku telah menggunakan beberapa kali bela diri itu untuk menolong temannya dan membela diri.
7. Prinsip Hidup
Dalam pembicaraan melalui telepon, Diana pun menitipkan sejumlah pesan kepada orang-orang, khususnya perempuan yang sedang berusaha keras memperjuangkan cita-citanya.
"Jika kita takut gagal dalam memperjuangkan sesuatu, berarti kita juga sedang membatasi kemampuan kita," ujarnya.
Namun, Diana juga lebih memilih untuk bersikap realistis jika cita-cita yang diinginkan tak kunjung dicapai.
"Cita-cita memang harus kuat. Kita harus coba terus. Tapi kalau gagal (berulang kali). Mungkin memang bukan jalannya ke situ. Tenang ko, rezeki sudah ada yang mengatur," ujarnya menutup pembicaraan dalam sambungan telepon.
Sumber Tribun Pekanbaru
(Pesisirnews.com) TEMBILAHAN Mengajarkan empati kepada anak sangat penting, karena dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi deng
Artikel
RETEH Bak disambar petir di siang bolong, Polsek Reteh dikejutkan dengan tes urine mendadak yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil), S
Peristiwa
Indragiri Hilir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indragiri Hilir berhasil mengungkap kasus tindak pidana perjudian jenis toge
Hukrim
Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilaya
Hukrim
(Pesisirnews.com)Tembilahan Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Indragiri Hil
Advertorial
Tembilahan Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (16/4/
Peristiwa
Indragiri Hilir Dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan razia seren
Hukrim
Tembilahan, (14/4/2026) Program Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting (SI BESTI) merupakan bagian dari Gerakan Inhil Atasi Stunting
Advertorial
(Pesisirnews.com)Indragiri Hilir Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana na
Hukrim
Indragiri Hilir Masyarakat Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Indragiri Hi
Artikel