Selasa, 03 Maret 2026 WIB

Kayuh Becak Terhenti, Suratman alias Rano Kini Terbaring Menahan Luka 40 Jahitan

Zanoer - Sabtu, 14 Februari 2026 08:57 WIB
857 view
Kayuh Becak Terhenti, Suratman alias Rano Kini Terbaring Menahan Luka 40 Jahitan
Korban Pembacokan Di Tembilahan
Tembilahan – Langkah kayuh becak yang biasa terdengar di sudut Pasar Tembilahan kini tak lagi terlihat. Suratman (61), yang akrab disapa Rano, tukang becak yang selama ini setia mangkal di kawasan pasar, kini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, Kamis (12/2/2026) sore.

Peristiwa itu terjadi saat Suratman alias Rano tengah mencari nafkah seperti hari-hari sebelumnya. Di usia yang tak lagi muda, ia tetap mengayuh becak demi menyambung hidup keluarga.Namun sore itu berubah menjadi petaka.

Tanpa banyak kata, seorang pria tak dikenal mendekatinya dan melayangkan senjata tajam sebelum melarikan diri. Warga sekitar yang panik segera memberikan pertolongan dan melarikan Rano ke rumah sakit.

Baca Juga:

Akibat serangan tersebut, Suratman mengalami luka sayat serius di bagian dagu yang menganga hingga harus mendapatkan 30 jahitan. Tak hanya itu, bahu kirinya juga terluka dan membutuhkan 10 jahitan. Darah yang mengalir sore itu seakan menjadi saksi betapa kerasnya perjuangan hidup yang ia jalani.

Rano sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun kepulangannya bukan berarti beban telah usai. Rasa nyeri masih terasa, tubuhnya belum kuat untuk kembali mengayuh becak, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Baca Juga:

Sehari-hari, Suratman atau Rano menggantungkan hidup sepenuhnya dari menarik becak di sekitar Pasar Tembilahan. Dari kayuhan itulah ia membeli beras, membayar kebutuhan rumah tangga, dan mencukupi hidup keluarga.

Kini, sebagai tulang punggung keluarga, ia tak lagi mampu bekerja. Di rumah sederhana di Jalan Geriliya Parit VII ( Tujuh), Lorong Cinta Maju, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, ia lebih banyak terdiam menahan sakit dan memikirkan nasib keluarganya.

Suara becak yang biasanya menjadi harapan kini berganti dengan keheningan. Rano hanya bisa berharap lukanya segera pulih dan pelaku segera tertangkap agar tak ada lagi korban berikutnya.

Di tengah keterbatasan itu, keluarga membuka pintu bagi siapa saja yang tergerak untuk membantu meringankan beban mereka.

Uluran tangan sekecil apa pun diharapkan dapat menjadi penopang sementara hingga Rano kembali mampu berdiri dan mengayuh becaknya seperti sediakala.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tukang Becak di Tembilahan Dibacok, IWO Inhil dan IWO Riau Buka Donasi untuk Kesembuhan Rano
Siswi Yatim Tembilahan Terharu Dapat Sepeda Dari Kopolsek Tembilahan
Bupati Inhil Herman Apreseasi Kinerja BEA Cukai Tembilahan
Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan
POLSEK TEMBILAHAN HULU BERHASIL UNGKAP KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP ANAK, DUA PELAKU DITANGKAP
Disdagtri Inhil Gerak Cepat Data 313 Kios Hangus Terbakar pasar Terapung Tembilahan
komentar
beritaTerbaru