Milad ke-61 Inhil Jadi Momentum Bangkitkan Marwah dan Perkuat Sinergi Pembangunan
Tembilahan Peringatan Milad ke61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian pembangunan sekal
Berita
Pesisirnews.com - Hari ini masyarakat dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang ke-28 tahun.
Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali dicetuskan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bangsa-Bangsa (PBB), Richard Hunter pada 10 Oktober 1992. Hari ini kemudian menjadi kegiatan tahunan yang diselenggarakan PBB untuk meningkatkan Kesehatan Mental masyarakat dunia.
Adapun tujuan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan masalah kesehatan mental dan memobilisasi upaya untuk mendukung kesehatan mental secara global.
Baca Juga:
Hari Kesehatan Mental Sedunia juga merupakan hari untuk pendidikan, penyadaran dan advokasi melawan stigma sosial seputar kesehatan mental dalam skala global, mengingat siapa pun bisa terkena penyakit mental.
Hari ini diharapkan menjadi ajang bagi semua pemangku kepentingan untuk dapat menangani masalah kesehatan mental warganya, dan membuat perawatan kesehatan mental terselenggara secara lebih baik.
Baca Juga:
Menurut penelitian mind.org kepada 16.000 orang di Amerika Serikat (AS), lebih dari setengah orang dewasa (60%), dan lebih dari dua pertiga orang muda (68%) mengatakan kesehatan mental mereka memburuk akibat pandemi Covid-19.
[br]
Tidak hanya di Amerika, pandemi Covid-19 telah membuat terjadinya penurunan kualitas kesehatan mental banyak orang di seluruh dunia.
Diantara pemicu turunnya kualitas kesehatan mental akibat pandemi Covid-19 yakni; kehilangan pekerjaan karena merosotnya aktivitas bisnis perusahaan, bertambahnya angka kemiskinan, ketakutan yang berlebihan akan tertular Covid-19, isolasi sosial, dll.
Sebagian ahli menilai, dampak merosotnya kesehatan mental yang dialami banyak orang akibat Covid-19 ini hampir sama ketika penduduk suatu negara sedang dilanda perang, dimana situasi kehidupan menjadi serba tidak pasti.
Namun demikian, semua negara di dunia tentu punya pengalaman masa lalu terhadap berbagai bencana, termasuk bencana pandemi.
Maka, idealnya sebuah negara sudah lebih tanggap dalam menangani keadaan bencana dan mampu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya, termasuk bagaimana menangani kebutuhan akan kesehatan mental warganya.
Meski begitu, penanganan kualitas kesehatan mental seringkali terabaikan dan tidak menjadi salah satu prioritas utama dalam alokasi anggaran ketika terjadi bencana.
Prioritas anggaran ketika terjadi bencana seringkali lebih difokuskan untuk penanggulangan masalah ekonomi dan sosial dalam berbagai bentuk bantuan keuangan dan materi kepada masyarakat.
Akibatnya, dukungan dalam bentuk pembiayaan psikososial sering luput dari skala prioritas. Padahal secara substansial kesehatan mental terkait erat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dampak dari kesehatan mental yang buruk bisa tak kalah berbahayanya dari bencana itu sendiri, karena kesehatan mental berpengaruh kepada pemikiran dan perilaku manusia. Belum lagi penurunan kesehatan mental dapat berdampak pada menurunnya kesehatan fisik manusia.
Jika semakin banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan mental, maka dampaknya juga memengaruhi kehidupan sosial, hingga menurunkan kualitas sumber daya manusia.
[br]
Terkait masalah kesehatan mental secara global, PBB melalui Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui, investasi dalam program kesehatan mental di tingkat nasional dan internasional telah menderita kekurangan dana kronis selama bertahun-tahun, dan sekarang menjadi lebih krusial daripada sebelumnya.
Oleh karena itu pada peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, PBB mengusung tema “Meningkatkan Investasi Dalam Kesehatan Mentalâ€.
Melalui tema tersebut PBB berharap para pemangku kepentingan dan berbagai pihak lebih konsern terlibat dalam penanganan masalah kesehatan mental dengan berinvestasi melalui saluran yang ada di masing-masing negara.
Bagi Indonesia, di Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, alangkah baiknya pemerintah juga kembali meninjau dan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait upaya yang telah dilakukan dalam menangani masalah kesehatan mental yang dialami oleh masyarakat, baik akibat bencana Covid-19, maupun karena berbagai sebab lainnya.
Karena untuk membangun Indonesia menjadi negara maju dan kuat, kita tentu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental dan spiritual.
“Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!â€
Tembilahan Peringatan Milad ke61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian pembangunan sekal
Berita
Tembilahan, Sabtu (13/06/2026) malam Suasana penuh kegembiraan mewarnai malam puncak peringatan Milad ke61 Kabupaten Indragiri Hilir (I
Advertorial
Mandah Dalam rangka mendukung program swasembada ketahanan pangan, Polsek Mandah melaksanakan kegiatan sambang dan koordinasi bersama ma
Artikel
Indragiri Hilir Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Kapolsek Tembilahan Hulu menggelar kegiatan nonton bareng (
Artikel
Tembilahan Dalam rangkaian peringatan Milad ke61 Kabupaten Inhil, Pemerintah Kabupaten Inhil menggelar Tablig Akbar bertema Syukuri An
Advertorial
Tembilahan Dalam rangkaian peringatan Milad ke61 Inhil, Bupati Inhil Herman, bersama Ketua TP PKK Inhil Katerina Susanti, meresmikan J
Advertorial
Tapsel Setelah melakukan pemeriksaan selama tiga bulan, penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), akhirnya menetapkan YTS, seo
Hukrim
PELANGIRANPolsek Pelangiran bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan BUMDes Sinar Harapan melaksanakan kegiatan penanaman jagung
Berita
Mandah, 13 Juni 2026 Dalam rangka mendukung program swasembada ketahanan pangan, Polsek Mandah melaksanakan kegiatan sambang dan koordin
Artikel
Indragiri Hilir Dalam rangka mendukung Program Manajemen Swasembada Ketahanan Pangan Polda Riau, personel Polsek Tempuling melaksanakan
Artikel