Selasa, 03 Maret 2026 WIB

Ratusan Abang Becak Ikuti Workshop Peningkatan Pelayanan Transportasi Wisata

- Rabu, 29 Juli 2015 21:14 WIB
600 view
Ratusan Abang Becak Ikuti Workshop Peningkatan Pelayanan Transportasi Wisata
foto: idham sabang
Suasana workshop.
BANDAACEH, PESISIRNEWS.COM - Ratusan Abang Becak yang tergabung dalam sejumlah komuitas penarik becak motor roda tida di Kota Banda Aceh mengikuti Workshop Peningkatan Pelayanan Transportasi Wisata di Aula Lantai II Gedung C, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (29/7/2015).

Workshop yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh akan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga Kamis (30/7/2015) besok. Adapun tema yang diangkat yakni 'Melalui Kegiatan Workshop Peningkatan Pelayanan Transportasi Wisata, Kita Wujudkan Banda Aceh Sebagai Kota Tujuan Wisata Islami'.

Zainal Arifin SSos selaku ketua pelaksana, menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 100 lebih Abang Becak dari lima komunitas penarik becak yakni F Pertinad, Pertiba R, Pertisa, Tanoh Pusaka dan Kamoesa.

Menurutnya, selain untuk membangun silaturahmi antar komunitas Abang Becak dengan pemerintah yang difasilitasi oleh Disbubpar Banda Aceh, ajang ini digunakan pihaknya untuk mendata jumlah Abang Becak yang beroperasi di Kota Banda Aceh.

"Tujuan utamanya, kami ingin memberikan pemahaman lebih terkait adat istiadat dan budaya Aceh kepada para Abang Becak, mengingat Becak merupakan ujung tombak pelayanan wisatawan di kota kita khususnya bagi wisatawan dari manca negara," ujarnya.

Tujuan lain yang tak kalah penting, lanjutnya, dalam workshop ini pihaknya juga memberikan pemahaman terkait safety riding bagi para Abang Becak saat membawa wisatawan. "Pemateri dalam workshop kami undang dari pihak Disbudpar, Dishubkominfo, Ketua MAA Banda Aceh dan pelaku usaha pariwisata yang bersentuhan langsung dengan transportasi wisata khususnya Becak," sebutnya.

Acara itu sendiri secara resmi dibuka oleh Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banda Aceh Ir Gusmeri MT yang mewaliki Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE.

Sebelum membacakan sambutan tertulis dari wali kota, Ir Gusmeri mengapreasiasi para Abang Becak yang kini menjadi penyedia jasa transportasi favorit bagi wisatawan dari luar negeri.

"Mereka senang naik Becak, karena bisa mengantar mereka kemana saja. Namun ingat, berlakukan tarif sewajarnya sesuai ketentuan. Pemulia jamee adat geutanyoe, amanah indatu kita harus selalu kita pegang teguh," sebutnya.

Selain itu, selama mengikuti workshop tersebut, ia juga meminta para Abang Becak untuk aktif bertanya maupun menyampaikan segala unek-uneknya. "Nanti insya Allah akan kita tampung melalui Disbudpar. Kepada para Abang Becak kita juga akan usahakan pengadaan rompi yang seragam agar lebih semangat," sebutnya pada acara yang turut dihadiri oleh Kadisbudpar Kota Banda Aceh Fadhil SSos MM tersebut.

Duta

Sementara itu, Wali Kota Illiza dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gusmeri, menyebutkan, Becak sebagai salah satu bagian dari sistem transportasi di Kota Banda Aceh, memiliki peran tersendiri di dalam menghidupkan aktivitas pariwisata.

"Dengan kekhasannya, becak menjadi sarana transportasi yang cukup populer bagi para pendatang atau turis di Kota Banda Aceh," paparnya.

Oleh sebab itu, Abang Becak juga harus mulai berfikir maju dan profesional di dalam memberikan pelayanan jasa. Baik dari segi kebersihan, kerapian, tata krama di jalan raya, maupun masalah tariff atau ongkos Becak.

"Jika memungkinkan, penarik becak juga harus mampu berbahasa asing, sehingga komunikasi menjadi lancar dan menciptakan kenyamanan bagi para turis khususnya dari mancanegara," sebut wali kota.

Menurutnya, baik atau buruk kualitas pelayanan yang diberikan akan membekas dan memberikan kesan yang menjadi pengalaman yang dapat diceritakan dan diteruskan oleh wisatawan kepada keluarga ataupun teman-teman lainnya.

"Jika kita memberikan kesan baik, maka nama penarik becak di Kota Banda Aceh akan menjadi baik. Sehingga becak tidak hanya sekedar sarana transportasi, namun juga menjadi sasaran atau tujuan dari kegiatan wisata itu sendiri khususnya di Kota Banda Aceh," terangnya.

Ia menambahkan, para penarik becak atau Abang Becak sebagai pelaku wisata yang terlibat langsung dengan para wisatawan akan menjadi tolok ukur atau indikator kemuliaan Kota Banda Aceh.

"Dengan memberikan pelayanan yang sopan, ramah dan jujur, maka penarik becak dapat menjadi duta-duta kota Madani yang dapat mencerminkan nilai-nilai yang kita junjung tinggi, yaitu nilai-nilai islami," sebutnya.

"Tunjukkanlah jati diri kita sebagai seorang muslim, sebagai bagian dari masyarakat madani, dan sebagai penarik becak yang dapat menjadi teladan bagi para pelaku wisata lainnya. Dengan demikian, Becak akan semakin populer dan semakin disukai sebagai sarana transportasi pilihan khususnya untuk kegiatan wisata," pungkas wali kota. (ham)


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tukang Becak di Tembilahan Dibacok, IWO Inhil dan IWO Riau Buka Donasi untuk Kesembuhan Rano
Kayuh Becak Terhenti, Suratman alias Rano Kini Terbaring Menahan Luka 40 Jahitan
Workshop Public Relations: Kekuatan Opini Publik dan Dampak pada Citra Institusi
Polres Inhil Kembali Bagikan Nasi Kotak kepada Tukang Becak, Tukang Ojek dan Marbot Masjid
Jumat Barokah, Polres Inhil Bagikan Nasi Kotak Pada Buruh Terdampak Civid 19
Pemerintah Guyurkan BLT Senilai Rp 17,4 Juta Setahun, Berikut ini Kriteria Penerimanya
komentar
beritaTerbaru