Sabtu, 20 Juli 2024 WIB

Waspadai Cara Baru Pembobol Data M-Banking Lewat Undangan Pernikahan Online

- Minggu, 29 Januari 2023 13:07 WIB
795 view
Waspadai Cara Baru Pembobol Data M-Banking Lewat Undangan Pernikahan Online
Ilustrasi: Kode OTP. (Foto via orointbank.net)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Modus penipuan online dengan mengirimkan file berformat APK melalui pesan WhatsApp kembali terjadi.

Pelaku berpura-pura mengirimkan undangan pernikahan tanpa menyebutkan siapa pihak yang mengundang.

Unggahan modus undangan pernikahan disertai dengan tangkapan layar pesan dari pelaku yang tidak memperkenalkan diri langsung mengirimkan file APK berukuran 6,6 MB dengan nama "Surat Undangan Pernikahan Digital".

Baca Juga:

Aksi kejahatan dunia maya dengan modus baru itu diungkap oleh pakar keamanan siber dan forensik digital, Vaksincom, Alfons Tanujaya.

Alfons menyatakan modus baru tersebut dengan menggunakan undangan pernikahan online untuk membobol m-banking. Dari situ penipu berharap bisa mendapatkan One Time Password (OTP) untuk persetujuan m-banking.

Baca Juga:

“WhatsApp dipakai sebagai sarana untuk itu, karena populer. Itu digunakan mengelabui targetnya, maka dikirimkan pesan berupa APK,” katanya dikutip dari Pro3 RRI, Minggu (29/1/2023).

Dia menyarankan agar pengguna android tidak mengunduh aplikasi selain dari Play Store. Lalu jangan menyetujui unduhan aplikasi tanpa membaca terlebih dahulu ketentuannya.

“Google juga sudah memberikan informasi install aplikasi. Pengguna android waktu menjalankan aplikasi juga sudah diberi peringatan,” katanya. (PNC/KBRN)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Dampak Buruknya Menurut Dokter Jiwa Kecanduan Judi Online
PPATK:Judi Online Dilingkungan DPR dan DPRD 63 Ribu Transaksi ,Perputaran Uang Ratusan Miliar
Polres Malang Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ganja Dengan Modus Expedisi Online Dengan Melabeli Gula Aren
Ajarkan Cara Menggunakan ChatGPT, Pria di AS Raih Penghasilan Rp 522,9 Miliar dalam 3 Bulan
10 Cara Mengetahui Pinjol Ilegal supaya Tak Tercekik oleh Utang Pinjol
 Agar Miliki Data Pemilih yang Sama, Bawaslu Surati KPU dan Mendagri
komentar
beritaTerbaru